Warga Blang Meurandeh Gotong Royong Perbaiki Irigasi Rusak, Petani Bersiap Kembali Turun ke Sawah

0

Gambar : ilustrasi

NAGAN RAYA – Puluhan warga Gampong Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, bergotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sekitar sembilan bulan lalu. Perbaikan dilakukan secara swadaya agar petani dapat kembali menggarap sawah yang selama ini terbengkalai karena tidak memperoleh pasokan air.

Bendahara Pemuda Gampong Blang Meurandeh, Agus Isnandar, mengatakan perbaikan saluran irigasi sepanjang sekitar 70 meter telah rampung dikerjakan pada Minggu (26/7/2026). Pekerjaan tersebut diselesaikan melalui gotong royong selama tiga hari yang melibatkan pemuda, aparatur gampong, Tuha Peut, serta masyarakat setempat.

“Pemuda bersama Tuha Peut dan masyarakat Gampong Blang Meurandeh telah menyelesaikan perbaikan saluran irigasi sepanjang sekitar 70 meter secara bergotong royong,” kata Agus kepada theAtjehnese.com, Senin (27/7/2026).

Menurut Agus, perbaikan itu merupakan inisiatif masyarakat untuk mempercepat dimulainya kembali musim tanam padi. Selama hampir sembilan bulan pascabencana, para petani tidak dapat mengolah lahan karena saluran irigasi yang menjadi sumber utama pengairan mengalami kerusakan.

“Selama tiga hari kami bergotong royong dengan harapan masyarakat dapat segera kembali turun ke sawah setelah hampir sembilan bulan terdampak bencana,” ujarnya.

Meski sebagian saluran telah berhasil diperbaiki, Agus mengungkapkan masih terdapat sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat. Bahkan, beberapa bagian saluran irigasi hilang total sehingga tidak mungkin diperbaiki secara swadaya dan membutuhkan penanganan permanen.

“Masih ada beberapa titik saluran irigasi yang hilang total. Kondisi ini membutuhkan anggaran dan penanganan khusus dari pemerintah,” ungkapnya.

Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya segera melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap jaringan irigasi yang rusak agar pasokan air ke areal persawahan dapat kembali normal.

“Kemampuan kami hanya sebatas memperbaiki kerusakan ringan melalui gotong royong. Untuk kerusakan yang berat, tentu kami sangat berharap adanya perhatian dan penanganan dari pemerintah,” tutur Agus.

Warga memperkirakan aliran air sudah dapat kembali mengaliri sebagian areal persawahan dalam dua hari ke depan. Namun, debit air diperkirakan belum maksimal karena masih terdapat sejumlah titik kerusakan yang belum tertangani.

Masyarakat berharap perbaikan permanen segera direalisasikan sehingga jaringan irigasi dapat berfungsi secara optimal dan para petani di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dapat kembali bercocok tanam secara normal.

What do you feel about this?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *