Tiga Talenta Muda Abdya Resmi Berseragam Persiraja

THE ATJEHNESE– Komitmen Presiden Persiraja Banda Aceh, H. Nazaruddin Dek Gam, dalam membangun pembinaan sepak bola Aceh kembali dibuktikan. Tiga pesepak bola muda asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi bergabung dengan skuad Persiraja Banda Aceh untuk menghadapi kompetisi musim 2026–2027.
Ketiga pemain tersebut adalah Faiz Wafi (18) asal Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Murtaza (18) asal Kuta Jeumpa, serta Andhika Maulana (18) dari Desa Lhung Asan, Kecamatan Jeumpa. Mereka berhasil melewati seluruh tahapan seleksi dan dinyatakan layak memperkuat tim kebanggaan masyarakat Aceh.
Ketiganya merupakan pemain binaan Aceh Abdya Football Club (AAFC), akademi sepak bola yang selama ini dikenal konsisten melahirkan bibit-bibit muda potensial dari Bumoe Breuh Sigupai. Keberhasilan mereka menembus skuad Persiraja menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini di Abdya terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Proses bergabungnya ketiga pemain tersebut juga tidak terlepas dari komitmen Nazaruddin Dek Gam yang sebelumnya meminta Redha Yos Paradian untuk membantu mengidentifikasi serta merekomendasikan pemain-pemain muda berbakat asal Abdya agar mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi Persiraja.
“Sebelum mengikuti seleksi, kami terlebih dahulu meminta izin kepada pelatih AAFC, Coach Afif, serta Coach Sahul dari GTSB. Setelah melalui proses penilaian, kedua pelatih sepakat merekomendasikan tiga nama tersebut,” ujar Redha Yos Paradian, yang akrab disapa Toke Yos.
Menurutnya, proses seleksi berlangsung selama tiga hari dengan penilaian yang dilakukan langsung oleh tim pelatih Persiraja. Hasilnya, ketiga pemain muda tersebut dinyatakan lolos dan resmi menjadi bagian dari skuad Laskar Rencong.
“Alhamdulillah, setelah tiga hari mengikuti seleksi, kami mendapat kabar bahwa Faiz, Murtaza, dan Andhika dinyatakan lolos dan resmi bergabung dengan Persiraja Banda Aceh untuk musim 2026–2027,” katanya.
Sebagai salah satu sosok yang dipercaya Dek Gam dalam pembinaan sepak bola di Abdya, Toke Yos menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk nyata komitmen Presiden Persiraja dalam membuka ruang bagi talenta-talenta muda dari seluruh Aceh untuk berkembang di level yang lebih tinggi.
Meski demikian, ia menepis anggapan bahwa para pemain asal Abdya memperoleh perlakuan istimewa.
Menurutnya, kesempatan mengikuti seleksi memang diberikan, namun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan tim pelatih berdasarkan kualitas, kemampuan, dan hasil penilaian di lapangan.
“Mungkin ada yang beranggapan Dek Gam memberikan keistimewaan kepada pemain Abdya. Padahal tidak demikian. Kesempatan memang dibuka, tetapi tanpa kualitas, kerja keras, latihan yang konsisten, dan doa, mereka tentu tidak akan mampu menembus skuad Persiraja. Semua pemain dinilai secara profesional sesuai kemampuan masing-masing,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga selalu meminta pelatih di daerah melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap pemain sebelum direkomendasikan mengikuti seleksi Persiraja.
“Kami tidak memilih berdasarkan kedekatan, tetapi berdasarkan kualitas dan rekomendasi dari pelatih yang setiap hari membina mereka. Coach Afif dan Coach Sahul adalah sosok yang paling memahami perkembangan pemain muda Abdya. Setelah mereka merekomendasikan Faiz, Taza, dan Andhika, kami langsung memfasilitasi keberangkatan mereka ke Banda Aceh,” jelasnya.
Lebih jauh, Toke Yos berharap keberhasilan tiga pemain muda tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Barat Daya, untuk terus berlatih, menjaga disiplin, dan berani bermimpi tampil di level yang lebih tinggi.
“Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi anak-anak muda lainnya untuk terus bekerja keras. Tidak ada hasil yang mengkhianati proses. Teruslah berlatih, disiplin, dan jangan pernah berhenti mengejar mimpi,” pungkasnya.
Ketiga pemain tersebut juga datang dengan rekam jejak prestasi yang membanggakan. Faiz Wafi pernah meraih Juara I Abdya U-16 Cup serta Juara II Liga Muda FOPSSI U-11. Murtaza sukses menjuarai Piala Bupati dan Piala Wali Kota Jawa Barat, sedangkan Andhika Maulana mengoleksi gelar Juara Piala Bupati 2025.
Bergabungnya tiga talenta muda Abdya ke Persiraja diharapkan tidak hanya menambah kekuatan skuad Laskar Rencong musim ini, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pembinaan sepak bola usia dini di Aceh. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Persiraja untuk terus memberi ruang kepada putra-putra terbaik daerah agar mampu bersaing dan mengharumkan nama Aceh di kancah sepak bola nasional.
