Persiraja Taklukkan Sumsel United 3–1: Malam Gemuruh di Lampineung, Kontroversi Free Kick Warnai Laga

0

Lampineung, Banda Aceh, Selasa (18/11/2025). Foto: (Dokumen Persiraja).

THE ATJEHNESE – Stadion H. Dimurthala, Lampineung, kembali menjadi saksi gemuruh ribuan pendukung Persiraja Banda Aceh yang memadati tribun pada Selasa malam, 18 November 2025. Dalam laga pekan ke-11 Grup A Liga 2 Indonesia 2025/2026, Laskar Rencong menampilkan permainan penuh determinasi dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 3–1 atas tamunya, Sumsel United.

Sejak peluit pertama ditiup, irama pertandingan langsung berlangsung cepat. Persiraja yang tampil di hadapan publik sendiri tidak menunggu lama untuk memperlihatkan agresivitasnya. Baru lima menit berjalan, sebuah umpan silang tajam dari sektor kanan sempat membuat lini belakang Sumsel United panik. Bola liar mengarah deras ke mulut gawang, namun kiper Rizky Maulana melakukan penyelamatan akrobatik untuk menjaga gawang tim tamu tetap aman.

Sumsel United tidak tinggal diam. Pada menit ke-14, pasukan Nil Maizar membalas dengan serangan balik berbahaya. Sebuah umpan datar keras dari sisi kanan disambut striker Sumsel, namun penjaga gawang Persiraja, M Reza, bereaksi cepat menutup ruang tembak dan menepis bola yang hampir memastikan keunggulan tim tamu.

Persiraja kembali mengambil kendali permainan. Menit ke-22, Hamdi memiliki peluang emas setelah berhasil melewati adangan dua bek Sumsel United. Tendangan melengkungnya dari luar kotak penalti mengarah akurat, tetapi Rizky Maulana kembali menjadi tembok kokoh dan menepis bola keluar lapangan.

Memasuki pertengahan babak pertama, hujan gerimis tidak menyurutkan dukungan suporter. Gelandang serang Persiraja, Fitra Ridwan, tampil menonjol sebagai pengatur tempo serangan. Ia beberapa kali memperdaya pemain belakang Sumsel dengan gerakan meliuk dan kerjasama satu-dua bersama pemain sayap. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Gol Pembuka Laskar Rencong

Pada menit ke-31, Fitra Ridwan yang berdiri bebas di luar kotak penalti melepaskan tendangan keras melengkung ke sudut kanan gawang. Bola meluncur sempurna tanpa mampu dijangkau Rizky Maulana, membawa Persiraja unggul 1–0 dan memicu sorakan keras di tribune stadion.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan enam menit. Sumsel United membalas melalui gol striker Junior Cabral. Dari sebuah kemelut di area penalti, Cabral menerima umpan matang dan menuntaskannya dengan penyelesaian dingin yang mengecoh M Reza. Skor kembali 1–1, dan bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Serangan Ganas dan Momen Kontroversial

Persiraja kembali tampil menekan sejak awal babak kedua. Pada menit ke-52, pelanggaran di depan kotak penalti memberikan peluang tendangan bebas untuk tuan rumah. Flynn, pengambil tendangan, mengirim bola melengkung tajam ke sudut kiri gawang. Kiper Sumsel terpaku tak berdaya, dan Persiraja kembali unggul 2–1.

Di sisi lain, Sumsel United yang tertinggal mencoba meningkatkan intensitas serangan. Mereka berulang kali mengancam pertahanan Persiraja, namun lini belakang Laskar Rencong tampil solid dan disiplin, mematahkan setiap upaya yang dibangun Cabral dan rekan-rekannya.

Saat Sumsel United sibuk mengejar ketertinggalan, malapetaka bagi mereka terjadi pada menit ke-74. Sebuah kesalahan kontrol bek Sumsel membuat bola jatuh tepat ke kaki Flynn. Dengan kecerdikan, ia mengangkat bola melewati kiper yang sudah terlanjur maju. Bola menggulir mulus ke gawang kosong, memastikan kemenangan 3–1 bagi Persiraja.

Nil Maizar Memprotes: “Freekick-nya di mana?”

Usai pertandingan, pelatih Sumsel United, Nil Maizar, tampak tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia bukan mempersoalkan tiga gol Persiraja—bahkan menyebut semuanya gol bersih—namun mempertanyakan keputusan wasit yang memberikan free kick kepada Persiraja sebelum gol kedua tercipta.

“Diego itu kontrol bola, masa dibilang freekick lagi? Kalau memang pelanggarannya jelas, tunjukkan. Itu masalahnya,” ujar Nil dalam konferensi pers dengan nada meninggi.

Menurutnya, gelandang Sumsel United, Diego Pires, sedang menguasai bola dalam posisi lebih dominan sebelum terjadi kontak yang menurut Nil adalah duel wajar. Namun wasit meniup peluit dan memberikan free kick untuk Persiraja.

“Diego mulai dari atas, dia kontrol bola, terus dibilang freekick. Yang tabrak itu dari belakang. Freekick-nya di mana?” tegasnya.

Pada pertandingan, emosi Nil terlihat memuncak, bahkan terekam kamera membanting botol air di pinggir lapangan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan bentuk protes berlebihan, melainkan tuntutan kejelasan:

“Saya cuma mempertanyakan, bukan memprotes. Harusnya normal saja.”

Persiraja Naik ke Peringkat Lima Klasemen

Dengan kemenangan ini, Persiraja Banda Aceh berhasil naik ke posisi kelima klasemen sementara Grup A Liga 2, menyalip PSMS Medan. Tambahan tiga poin menjadi modal positif bagi skuad asuhan pelatih lokal tersebut untuk terus menjaga asa bersaing menuju fase berikutnya.

Suasana stadion yang meledak oleh dukungan suporter, permainan agresif Persiraja, hingga kontroversi free kick yang memicu amarah pelatih Sumsel United membuat pertandingan ini menjadi salah satu duel paling dramatis di Lampineung musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *