Pencarian Korban Banjir Aceh Utara Diperketat, Lebih dari 40 Jenazah Berhasil Dievakuasi

0

Upaya evakuasi jenazah terseret arus banjir di Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (30/11/2025). (foto:dok/Tim Gabungan).

THE ATJEHNESE – Upaya penyisiran korban banjir besar di Aceh Utara terus dikebut oleh tim gabungan. Memasuki hari keenam pascabencana pada Minggu (30/11/2025), kondisi lapangan masih dipenuhi lumpur setinggi pinggang, membuat proses pencarian korban berlangsung sangat berat. Masa tanggap darurat yang dimulai 28 November kini memasuki hari ketiga, menuntut penanganan cepat di titik-titik yang dilaporkan terdapat jenazah.

Di Desa Blang Rileung, Kecamatan Sawang, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan memimpin langsung operasi evakuasi jenazah yang ditemukan warga di kawasan kebun dekat sungai. Korban bernama Sabri (35) diduga terseret arus kuat hingga terperangkap di area berkubang lumpur tebal. Tim gabungan harus menembus jalan rusak dan licin untuk mencapai lokasi, dengan peralatan terbatas dan tenaga yang terus terkuras.

“Informasi yang kami terima menyebutkan korban terlihat di area kebun yang penuh lumpur. Aksesnya sangat sulit, tetapi tim tetap memaksa masuk demi memastikan jenazah bisa dievakuasi dengan layak,” ujar Kapolres dalam serah terima jenazah kepada keluarga di Meunasah Gampong Paya Reubo Lhok.
Geucik Zubir (45) yang menerima jenazah tidak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ia menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada seluruh petugas yang harus berjibaku dalam kondisi ekstrem. “Kalau bukan karena upaya mereka, mungkin jenazah warga kami tidak bisa ditemukan secepat ini,” katanya.

Sementara itu, laporan lain datang dari Kecamatan Dewantara. Relawan RAPI melaporkan adanya penemuan empat jenazah di Dusun Tanjong, Desa Lancang Barat. Tiga di antaranya belum teridentifikasi, sementara satu korban adalah anak bernama Aisha Azzahra yang diperkirakan berusia tujuh tahun. Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan SAR Lhokseumawe, TNI/Polri, RAPI, PMI, dan warga setempat. Mereka harus bekerja cepat karena kondisi jenazah diperkirakan sudah mulai mengalami pembusukan.

Data dari Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Alam Kabupaten Aceh Utara menyebutkan total lebih dari 40 jenazah telah ditemukan dan dimakamkan sejak banjir besar melanda wilayah itu. Tim gabungan kini memfokuskan upaya pada titik-titik laporan baru yang masuk dari warga, terutama daerah perkebunan, semak, dan tepian sungai yang sulit dijangkau.

Di tengah kerja keras petugas, muncul dorongan kuat agar bencana ini menjadi cermin besar bagi semua pihak. Dampak banjir yang luar biasa dahsyat harus menjadi evaluasi bersama, terutama bagi pemerintah, agar menjaga kawasan hutan dengan serius dan memperkuat pemberantasan penebangan hutan liar yang selama ini memperburuk risiko bencana. Masyarakat berharap penataan lingkungan dan perlindungan hutan tidak lagi menunggu tragedi berikutnya untuk dijalankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *