Pascabanjir, Risiko Korsleting di Aceh Meningkat

Ilustrasi. Foto: (dok. PLN)
THE ATJEHNESE – Setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir, warga kini mulai fokus memulihkan kembali barang-barang rumah tangga yang ikut terendam. Tumpukan peralatan elektronik terlihat dibersihkan satu per satu; ada yang dijemur, ada yang dibongkar, ada pula yang langsung dibawa ke bengkel servis. Aktivitas ini berlangsung hampir di setiap sudut pemukiman terdampak.
Teknisi elektronik memperingatkan warga untuk tidak tergesa-gesa menyalakan peralatan yang masih lembap. Banyak kerusakan berat pada perangkat listrik biasanya terjadi bukan saat terendam, tetapi ketika dinyalakan dalam keadaan belum kering sempurna. Risiko korsleting masih sangat tinggi, terutama pada kabel, modul, dan papan rangkaian.
Di Lhokseumawe, sejumlah teknisi yang ditemui menjelaskan bahwa perangkat yang terendam air banjir idealnya dikeringkan selama 48 hingga 72 jam sebelum diperiksa lebih lanjut. Mereka menyarankan proses pengeringan dilakukan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik, dibantu kipas angin atau blower kecil. Sementara menjemur perangkat langsung di bawah matahari dinilai berbahaya karena panas tinggi bisa merusak komponen sensitif seperti IC, kapasitor, atau sensor.
Selain pengeringan, bagian kabel dan soket menjadi titik yang paling sering mengalami kerusakan akibat korosi. Lumpur dan mineral dari air banjir dapat menyusup ke celah-celah kecil dan memicu kerusakan jangka panjang. Karena itu, teknisi menekankan pentingnya pemeriksaan total, termasuk membersihkan jalur listrik, mengganti kabel yang getas atau berubah warna, dan menguji kembali arus sebelum perangkat dipakai.
Di beberapa kabupaten/kota di Aceh, bengkel elektronik mulai membuka layanan pemeriksaan awal gratis sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat terdampak. Pemeriksaan biasanya mencakup pengecekan kondisi dinamo, modul utama, papan rangkaian, hingga komponen penyambung. Langkah ini disambut baik oleh warga yang sebagian besar kehilangan barang berharga akibat banjir.
Para teknisi mengingatkan bahwa proses pemulihan perangkat elektronik pascabencana bukan sekadar memperbaiki kerusakan, tetapi juga memastikan keamanan penggunaan di rumah. Kesalahan kecil dalam penanganan justru dapat menimbulkan kebakaran atau kerusakan instalasi listrik secara keseluruhan.
