Kemenag Aceh Timur Perkuat Koordinasi Tanggap Darurat Pascabanjir, Madrasah dan KUA Diminta Bergerak Cepat

0

Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, menggelar Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Pasca Bencana bersama kepala madrasah dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Aceh Timur sebagai upaya memperkuat koordinasi dan percepatan penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur. (foto/dok: kankemenag Atim)

THE ATJEHNESE – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Timur menggelar Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Pascabencana bersama para kepala madrasah dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Aceh Timur. Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas satuan kerja sekaligus mempercepat penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, H. Salamina, S.Ag., M.A., dan dihadiri jajaran pimpinan, antara lain Kepala Subbagian Tata Usaha Saiful Bahri, S.Pd.I., M.Pd., Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Muhammad Mansyur, S.Sos.I., M.A., serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Sadli, S.Pd.I.

Dalam pemaparannya, Saiful Bahri menekankan pentingnya percepatan administrasi pascabencana. Ia meminta seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Aceh Timur segera menyusun dan menyampaikan laporan penggunaan anggaran sebagai bagian dari akuntabilitas sekaligus dasar penyaluran bantuan lanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa data kerugian madrasah dan KUA akibat banjir telah dilaporkan ke tingkat pusat dan akan terus diperbarui secara berkala.

“Pelaporan ini tidak hanya mencakup kerusakan fisik, tetapi juga kebutuhan mendesak seperti pembersihan lingkungan madrasah agar aktivitas pendidikan dapat segera kembali berjalan,” ujarnya dalam rapat yang berlangsung pada Kamis (18/12/2025).

Selain fokus pada internal Aceh Timur, Kemenag juga merencanakan pembentukan tim relawan daerah. Tim ini nantinya akan membantu penanganan dampak bencana di wilayah sekitar, seperti Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, yang juga terdampak banjir dalam periode yang sama.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam H. Muhammad Mansyur menegaskan pentingnya pendataan menyeluruh terhadap korban banjir di lingkungan KUA. Pendataan tersebut mencakup kondisi kantor KUA, para penghulu, serta penyuluh agama yang terdampak bencana. Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Di bidang pendidikan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Sadli menyampaikan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) telah dicairkan dan harus ditarik langsung oleh para siswa penerima. Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan ujian madrasah tetap berjalan sesuai jadwal. Apabila sarana madrasah belum memungkinkan akibat kerusakan, ujian dapat dilaksanakan di tempat umum yang dinilai aman dan layak.

Selain itu, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap data kerusakan madrasah serta proses pemulihan pascabencana. Monitoring ini termasuk kelengkapan Berita Acara Pelaporan (BAP) melalui sistem EMIS sebagai dasar pengambilan kebijakan dan dukungan lanjutan dari pemerintah pusat.

Dalam arahannya, Kepala Kemenag Aceh Timur H. Salamina menekankan pentingnya kelengkapan dan kecepatan pendataan korban banjir. Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat agar bantuan yang telah dikumpulkan dapat segera disalurkan kepada madrasah dan KUA yang terdampak.

“Kita harus bergerak bersama. Data yang lengkap dan akurat akan mempercepat proses penyaluran bantuan dan pemulihan. Kementerian Agama Aceh Timur berkomitmen untuk hadir dan membantu satuan pendidikan serta layanan keagamaan yang terdampak bencana,” tegasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Kemenag Aceh Timur berharap penanganan dampak banjir dapat berjalan lebih terstruktur, terkoordinasi, dan efektif, sehingga layanan pendidikan dan keagamaan bagi masyarakat dapat segera pulih secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *