Kebakaran Subuh Hanguskan Dua Bangunan di Matang Seulimeng, BPBD Langsa Bergerak Cepat Padamkan Api

0

Kebakaran yang terjadj Matang Seulimeng, Kota Langsa. Peristiwa ini menghanguskan satu warung dan satu bangunan rumah jenis permanen. Foto : Kiriman Warga.

THE ATJEHNESE – Suasana Subuh di Jl. Prof Majid Ibrahim, Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, mendadak berubah mencekam ketika kobaran api tiba-tiba membumbung dari deretan bangunan permanen di wilayah tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari, 23 November 2025, itu sontak membangunkan warga sekitar yang langsung berupaya menyelamatkan diri dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Menurut laporan Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa, Nursal Saputra, petugas piket menerima informasi dari warga sekitar pukul 05.00 WIB. Tanpa menunda waktu, tim langsung dikerahkan menuju lokasi. “Begitu mendapat laporan, tim segera bergerak. Saat tiba, api sudah membesar dan menghanguskan sebagian bangunan warung,” ujar Nursal dalam keterangannya.

Sesampainya di lokasi, petugas menemukan dua bangunan sudah dilalap si jago merah: satu unit warung kelontong dan satu unit rumah tinggal. Kedua bangunan tersebut diketahui merupakan konstruksi permanen, sehingga membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan tenaga ekstra agar api tidak merambat ke bangunan lain yang berdempetan.

Warung kelontong yang terbakar merupakan milik Nurlailawati (50), dihuni oleh 1 KK dengan total 6 jiwa. Bangunan warung mengalami kerusakan berat dan hampir seluruh bagian dalamnya hangus. Sementara itu, rumah di sebelahnya milik M. Thaib (55) dengan 1 KK berjumlah 4 jiwa mengalami kerusakan ringan setelah sebagian dinding dan atapnya terpapar panas api.

Untuk memadamkan kebakaran, BPBD Langsa menurunkan tiga armada, terdiri dari dua unit mobil pemadam dan satu unit mobil tangki suplai air. Kerja cepat petugas akhirnya membuahkan hasil. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB,” jelas Nursal.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Petugas belum dapat memastikan apakah insiden itu disebabkan hubungan arus pendek listrik, kelalaian, atau faktor lain. “Kami masih menunggu hasil investigasi lapangan. Yang pasti, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kerugian materi sedang dihitung,” tambahnya.

Insiden ini kembali menjadi pengingat bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran yang dapat muncul sewaktu-waktu. Segala kejadian ini adalah pelajaran bagi kita bersama agar lebih teliti dan berhati-hati dengan segala sesuatunya agar tidak menimbulkan hal serupa lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *