Intensitas Hujan Tinggi Picu Banjir di Aceh Timur, Pemukiman di Tiga Kecamatan Terendam

0

Salah satu rumah warga terendam Banjir yang melanda kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur (foto:dok/RRI)

THE ATJEHNESE – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Aceh Timur selama dua hari berturut-turut kembali menghadirkan ancaman banjir bagi masyarakat. Sejak Sabtu malam, genangan air dengan ketinggian 30 hingga 50 sentimeter dilaporkan memasuki permukiman warga di tiga kecamatan: Simpang Ulim, Madat, dan Nurussalam.

Di sejumlah titik, air mulai naik perlahan sejak sore hari, kemudian meningkat tajam saat malam tiba. Warga yang rumahnya berada di dataran rendah menjadi pihak yang paling merasakan dampak, terlebih ketika air mulai menyusup ke dalam rumah dan merendam lantai-lantai rumah yang tidak memiliki pelindung tambahan.

  • Curah Hujan Tinggi Sebabkan Saluran Meluap

Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi, mengatakan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak langsung dari intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam 48 jam terakhir. “Curah hujan yang panjang menyebabkan sejumlah saluran air tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap dan mengalir ke permukiman,” ujarnya kepada RRI, Minggu, 23 November 2025.

Ia menambahkan bahwa struktur drainase di beberapa desa memang rawan meluap ketika hujan terjadi terus-menerus, terutama di kawasan yang dekat dengan aliran sungai kecil dan parit yang tidak berfungsi optimal.

  • BPBD Melakukan Pemantauan Ketat di Titik Rawan

Tim BPBD Aceh Timur hingga saat ini masih disiagakan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami peningkatan banjir. Petugas melakukan patroli berkala untuk memantau kenaikan debit air, terutama pada malam hari ketika intensitas hujan kembali berpotensi tinggi.

“Kondisi cuaca belum stabil, dan ini bisa menyebabkan genangan bertambah sewaktu-waktu. Karena itu, kami akan terus memantau perkembangan di lapangan,” kata Ashadi.

Selain memantau kondisi sungai dan jalanan yang tergenang, petugas juga mendatangi rumah-rumah warga yang terdampak untuk memastikan tidak ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera.

  • Warga Diminta Tetap Siaga dan Amankan Barang-Barang Penting

BPBD Aceh Timur mengimbau warga, khususnya yang bermukim di wilayah rendah atau dekat parit besar, untuk tetap siaga. Masyarakat diminta mengamankan barang-barang penting serta memastikan keselamatan anggota keluarga apabila debit air meningkat.

“Lapor segera jika kondisi banjir semakin parah atau tiba-tiba naik dengan cepat,” pesan Ashadi. Ia menyebutkan bahwa tim evakuasi telah disiapkan jika sewaktu-waktu diperlukan.

  • Situasi Masih Dalam Pengawasan Intensif

Hingga laporan ini disusun, banjir masih dapat dikendalikan dan belum ada laporan mengenai warga yang harus mengungsi. Namun BPBD menegaskan bahwa pemantauan tetap dilakukan secara intensif, mengingat kondisi cuaca masih belum menunjukkan tanda-tanda cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *