Hujan Deras Picu Banjir di Indra Makmur, Ratusan Warga Desa Alue Ie Mirah Terdampak

0

Banjir susulan Aceh Timur (dok/Humas)

THE ATJEHNESE – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Timur selama dua hari terakhir kembali memicu banjir di Kecamatan Indra Makmu. Curah hujan yang turun sejak Senin hingga Selasa malam menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman warga di sejumlah desa. Hingga Rabu (17/12/2025), genangan air masih bertahan di beberapa titik dan aktivitas warga terganggu.

Data sementara yang dihimpun pemerintah desa menunjukkan bahwa banjir berdampak signifikan terhadap warga Desa Alue Ie Mirah. Sedikitnya 320 jiwa dari 75 kepala keluarga terdampak langsung oleh luapan air. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 30 sentimeter, merendam sedikitnya 65 unit rumah warga dan memaksa masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Dusun Mata U dilaporkan menjadi kawasan dengan dampak paling parah. Di wilayah ini, sekitar 40 kepala keluarga atau 150 jiwa terdampak, dengan 30 rumah warga terendam banjir. Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Akoja, di mana banjir merendam 20 unit rumah dan berdampak pada 30 kepala keluarga atau sekitar 110 jiwa.

Sementara itu, Dusun Masjid juga tidak luput dari genangan. Sebanyak 15 kepala keluarga dengan total sekitar 60 jiwa terdampak, dan 10 unit rumah dilaporkan terendam air. Meski ketinggian air relatif lebih rendah dibanding dusun lain, genangan yang bertahan cukup lama tetap mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Pemerintah Desa Alue Ie Mirah menyatakan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan. Aparatur desa bersama relawan setempat disiagakan untuk memantau kenaikan debit air dan memastikan keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Kami terus memantau kondisi air dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Jika terjadi peningkatan debit air yang signifikan, evakuasi dan pengungsian akan segera dilakukan,” ujar perwakilan pemerintah desa.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun, warga diminta tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi. Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat, serta mengamankan barang-barang penting guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *