Enam Tower PLN Roboh Diterjang Banjir, Sistem Listrik Aceh Padam Bergilir

0

Tower 27 Brandan-Langsa yang roboh pada Kamis (27/11/2025). Tower transmisi milik PLN yang tumbang ini bertambah dari sebelumnya 5 tower tumbang di Kabupaten Bireuen, Aceh akibat Banjir. (foto:dok/PLN).

THE ATJEHNESE – Sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Aceh masih mengalami pemadaman bergilir akibat dampak banjir dan cuaca ekstrem yang melanda provinsi tersebut sejak awal pekan. Pemadaman semakin meluas setelah tower transmisi di segmen Langsa–Brandan roboh pada Kamis (27/11/2025), menyusul lima tower lain yang lebih dulu tumbang di Bireuen pada Rabu (26/11/2025).

Hingga kini, total enam tower PLN dilaporkan roboh atau rusak berat akibat bencana hidrometeorologi yang menghantam Aceh. Kondisi ini membuat jaringan listrik tidak stabil dan proses pemulihan berlangsung lambat di beberapa wilayah.

  • Pemadaman Meluas Karena Sistem Interkoneksi Terganggu

PLN ULP Lhokseumawe Kota melalui Rizal Fahmi menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya memulihkan pasokan listrik dengan mengalihkan beban dari pembangkit terdekat. Namun proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara cepat karena sistem transmisi di Aceh terhubung dengan jaringan interkoneksi Sumatera.

“Kerusakan tower di sejumlah titik membuat pemadaman meluas ke beberapa kabupaten/kota. Gangguan ini bukan hanya terjadi di Aceh Utara dan Lhokseumawe, tetapi juga berdampak pada sistem regional,” ujar Rizal.

Selain transmisi, sistem distribusi di Lhokseumawe juga ikut mengalami gangguan. Beberapa gardu induk terendam banjir, ditambah pohon tumbang yang mengenai jaringan, sehingga memutus aliran listrik ke ribuan rumah.

  • Ratusan Personel Dikerahkan di Lapangan

Rizal menyebutkan bahwa ratusan personel PLN telah diterjunkan untuk melakukan perbaikan jaringan. Namun proses ini berjalan sangat hati-hati mengingat beberapa lokasi masih terendam banjir dan berpotensi membahayakan keselamatan petugas.

“Kami tidak bisa menyalurkan arus listrik ke titik-titik yang masih terendam. Risiko sengatan listrik terlalu besar. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan petugas,” tegasnya.

PLN juga meminta masyarakat bersabar karena beberapa lokasi belum memungkinkan untuk dilakukan penyambungan listrik ulang hingga air benar-benar surut.

  • Perlu Antisipasi dan Pencegahan Lebih Serius

Banyak masyarakat menilai bahwa kerusakan kali ini memperlihatkan betapa rentannya infrastruktur kelistrikan Aceh menghadapi banjir dan cuaca ekstrem. Seharusnya PLN bisa mengantisipasi masalah ini dan memberikan langkah pencegahan agar kerusakan jaringan tidak terus berulang setiap kali banjir besar melanda.

Beberapa pemerhati lingkungan dan energi juga mendorong evaluasi total terhadap jalur transmisi yang dibangun di daerah rawan banjir maupun longsor.

  • PLN Imbau Masyarakat Waspada

PLN mengimbau warga agar tetap berhati-hati selama pemadaman berlangsung. Warga diminta mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan serta menjauhi kabel atau tiang listrik yang terlihat miring atau berada dekat genangan air.

“Mohon bersabar, kami terus bekerja secepat mungkin. Perbaikan dan pemblokiran lokasi yang terendam banjir masih kami lakukan sampai situasi benar-benar aman,” ujar Rizal.

Pemulihan jaringan listrik diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama apabila curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *