Empat Kecamatan di Abdya Terendam Banjir, Ratusan Rumah Rusak dan Infrastruktur Ikut Terdampak

0

Jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, yang ambruk diterjang banjir (Dok. BPBK Abdya)

THE ATJEHNESE – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Abdya sejak Minggu (9/11) sore menyebabkan banjir meluas di sejumlah kecamatan. Air yang turun tanpa jeda sejak pukul 16.00 WIB membuat ratusan rumah warga terendam, sementara sebagian keluarga terpaksa berjaga sepanjang malam untuk menyelamatkan dokumen penting, pakaian, dan perabotan agar tidak terseret arus.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Nazaruddin, menjelaskan bahwa banjir melanda empat kecamatan: Blangpidie, Susoh, Babahrot, dan Tangan-Tangan. Ia menuturkan bahwa dampak terbesar dirasakan di daerah-daerah yang berada dekat aliran sungai dan dataran rendah yang selalu rawan genangan.

  • Ratusan Keluarga Terdampak

Di Kecamatan Blangpidie, banjir merendam dua desa utama. Desa Lhung Tarok mencatat 43 kepala keluarga (KK) terdampak, sedangkan Desa Kuta Bahagia melaporkan jumlah yang jauh lebih besar, yakni 139 KK.

Sementara itu, di Kecamatan Susoh, banjir menerjang tiga desa sekaligus:

  • Desa Pawoh: 30 KK terdampak
  • Desa Padang Baru: 200 KK
  • Desa Pulau Kayu: 125 KK

Warga menyebut bahwa air naik dengan sangat cepat, bahkan dalam hitungan menit. Banyak keluarga tidak sempat menyelamatkan barang elektronik dan perabotan rumah tangga.

  • Kerusakan Infrastruktur Mulai Terlihat

Selain merendam rumah warga, banjir kali ini turut merusak sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur penting. Di Kecamatan Babahrot, tanggul tebing sungai di Desa Simpang Gadeng dilaporkan jebol setelah tidak mampu menahan tekanan air yang meningkat.

Di Kecamatan Tangan-Tangan, jembatan penghubung di Desa Blang Padang patah dan putus total. Kerusakan ini membuat akses antar desa terputus, sehingga warga harus mencari jalur alternatif yang jaraknya jauh lebih panjang.

“Tim BPBK Abdya sudah turun langsung untuk pengecekan lapangan. Air mulai surut, namun kerusakan di beberapa titik cukup serius,” ujar Nazaruddin. Ia menambahkan bahwa bantuan logistik masa panik telah disalurkan ke desa-desa yang paling terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.

  • Butuh Penanganan Cepat dan Solusi Jangka Panjang

Meski air sudah berangsur surut, tim BPBK terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tidak ada warga yang terisolasi atau kekurangan bantuan. Kerusakan jembatan dan tanggul kini menjadi prioritas yang harus segera ditangani.

Warga berharap ada langkah-langkah nyata dari pemerintah daerah dan provinsi. Dengan situasi yang sangat mendesak ini, diharapkan pemerintah cepat tanggap dan segera bisa memberikan solusi, baik untuk penanganan darurat maupun perbaikan infrastruktur yang terdampak.

Banjir kali ini kembali menjadi pengingat betapa rentannya Abdya ketika diguyur hujan intens, terutama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan sungai dan perbukitan. Upaya mitigasi jangka panjang dinilai semakin diperlukan agar bencana serupa tidak terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *