Delapan Kecamatan di Aceh Barat Terendam Banjir, 49 Desa dan Ribuan Warga Terdampak

Banjir di wilayah Aceh Barat. Foto: (Dokumen BPBD Aceh Barat).
THE ATJEHNESE – Hujan deras yang turun tanpa jeda sejak Rabu malam mengubah sejumlah wilayah di Aceh Barat menjadi genangan luas. Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureubo dan Krueng Woyla meluap, menelan kawasan pemukiman dan memaksa warga meninggalkan rumah mereka pada Kamis (27/11/2025).
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat bersama unsur TNI–Polri, relawan, dan perangkat gampong bergerak sejak pagi melakukan evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 1 hingga 1,5 meter, terutama di daerah yang berada dekat aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, menjelaskan bahwa laporan sementara Pusdalops menunjukkan 49 desa di delapan kecamatan terdampak banjir. “Sejak siang tadi, desa-desa dalam delapan kecamatan dilaporkan terendam, sebagian dengan ketinggian air yang cukup tinggi,” ujarnya.
Daftar Wilayah yang Terendam
Banjir merendam wilayah secara meluas, mulai dari kawasan pesisir hingga pedalaman. Desa-desa yang terdampak meliputi:
- Kecamatan Johan Pahlawan: Desa Pasi Leuhan
- Kecamatan Meureubo: Desa Pasi Mesjid, Pasi Aceh Teunong
- Kecamatan Sungai Mas: Kajeung, Geudong, Lancong, Tungkop, Leubok Beutong, Gleng, Gunong Buloh, Gaseu
- Kecamatan Arongan Lambalek: Teupin Peuraho
- Kecamatan Woyla Timur: Seuradeuk, Pasi Ara, Rambong, Baro, Tangkeh, Leubok Panyang, Pasi Janeng
- Kecamatan Pante Ceureumen: Canggai, Keutambang, Seumantok, Lango
- Kecamatan Woyla Barat: Napai, Blang Cot Rubek, Blang Cot Mameh, Pasi Malee, Lhok Malee, Cot Rambong, Blang Luah, Alue Leuhob, Leubok Pasi Ara, Ulee Pasi Ara, Cot Lagan, Kulam Kaju, Peuleukung, Pasi Panyang, Alue Perman
- Kecamatan Kaway XVI: Alue Tampak, Pandang Mancang, Puuk, Alue On, Putim, Mesjid, Keude Aron, Meunasah Buloh, Pasi Jambu
Ronald mengungkapkan bahwa debit air di Krueng Woyla dan Krueng Meureubo meningkat sangat cepat. “Di Woyla Timur, tinggi banjir mencapai satu sampai satu setengah meter. Woyla Barat juga mulai naik sejak siang,” jelasnya.
Data sementara menunjukkan bahwa total warga terdampak mencapai 594 kepala keluarga atau 1.828 jiwa.
- Evakuasi dan Peralatan Darurat Dikerahkan
Untuk mempercepat penanganan, BPBD mengerahkan peralatan evakuasi seperti dua unit water supply, tiga unit rubber boat, satu truk reo, satu mobil Triton, satu mobil D-Max, satu unit Ford, serta satu truk dapur umum yang difungsikan untuk memenuhi kebutuhan logistik darurat warga.
“Fokus kami saat ini adalah evakuasi warga yang rumahnya tidak lagi aman. Air masih naik di beberapa titik, dan hujan belum menunjukkan tanda berhenti,” kata Ronald.
Hujan deras disertai angin kencang pada Rabu malam diduga menjadi pemicu utama banjir. Kondisi sungai yang sudah penuh membuat luapan tak terhindarkan.
Dalam situasi darurat yang terus berkembang ini, masyarakat berharap bantuan lebih cepat tiba. Diharapkan pemerintah segera menangani dan memberikan bantuan di kawasan tersebut karena sudah banyak masyarakat yang terdampak dan membutuhkan penanganan cepat.
Hingga sore hari, proses evakuasi masih berlangsung, dan petugas terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam rumah.
