BNPB Percepat Pemulihan Empat Jembatan Vital di Aceh, Dua Hampir Rampung

0

Dokumen BNPB

THE ATJEHNESE – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menggenjot pemulihan infrastruktur strategis di Aceh pascabencana banjir dan longsor. Hingga pertengahan Desember 2025, perbaikan empat jembatan vital yang sempat terputus menunjukkan perkembangan signifikan, meskipun tidak seluruhnya berada pada tahap yang sama.

Dari empat jembatan yang tengah dikerjakan, dua di antaranya dilaporkan telah mendekati tahap akhir penyelesaian dan diperkirakan segera dapat difungsikan kembali. Sementara dua jembatan lainnya masih berada pada fase awal perbaikan karena tingkat kerusakan yang lebih berat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa progres paling cepat terjadi pada jembatan Teupin Reudeup yang menghubungkan jalur strategis Bireuen–Lhokseumawe. Hingga Jumat (12/12/2025), pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 89 persen.

Selain itu, jembatan Teupin Mane yang berada di jalur Bireuen–Takengon juga menunjukkan perkembangan positif. Progres pengerjaannya meningkat dari sebelumnya 85 persen menjadi 88 persen. Dengan capaian tersebut, kedua jembatan ini diproyeksikan segera rampung dan siap kembali melayani mobilitas masyarakat serta arus logistik.

“Dua jembatan ini sudah mendekati tahap finishing dan ditargetkan dapat segera difungsikan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya.

Namun demikian, tidak semua proyek berjalan dengan kecepatan yang sama. Jembatan Kutablang yang menjadi bagian dari jalur utama Bireuen–Lhokseumawe masih berada pada tahap menengah. Progres pembangunannya baru mencapai 28 persen, meskipun angka ini menunjukkan peningkatan dari capaian sebelumnya yang berada di kisaran 17,5 persen.

Sementara itu, kondisi paling berat dialami Jembatan Jeurata. Tingkat kerusakan yang parah akibat banjir dan longsor memaksa pengerjaan dimulai dari tahap awal, termasuk penguatan struktur dasar dan penanganan teknis yang lebih kompleks.

Abdul Muhari menegaskan bahwa percepatan pembangunan keempat jembatan tersebut telah menjadi prioritas nasional. Menurutnya, proyek ini mendapat perhatian langsung dari Presiden mengingat perannya yang krusial dalam membuka kembali akses darat di wilayah terdampak bencana.

“Empat jembatan ini masuk dalam atensi langsung Presiden. Progresnya kami pantau setiap hari karena akses darat menjadi kunci utama percepatan distribusi bantuan dan pemulihan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Untuk mengejar ketertinggalan di lokasi yang masih tertinggal, BNPB bersama kementerian dan instansi terkait terus menambah pasokan material konstruksi serta mengerahkan alat berat tambahan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pekerjaan, terutama di titik-titik dengan kerusakan berat.

“Secara umum, progres di lapangan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada jembatan Teupin Reudeup dan Teupin Mane yang kini tinggal memasuki tahap akhir,” pungkas Abdul Muhari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *