BNPB Kerahkan Hercules dan Armada Helikopter untuk Kirim 20 Ton Beras ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

20 Ton beras Bulog disalurkan kepada korban banjir Aceh di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah hari ini, Jumat (12/12/2025) (Foto: CNBC)
THE ATJEHNESE – Upaya percepatan distribusi bantuan bagi korban banjir di Aceh terus digenjot. Hari ini, Jumat (12/12/2025), sebanyak 20 ton beras dari Bulog yang sebelumnya diturunkan di Posko Lanud mulai diterbangkan menuju wilayah-wilayah yang masih terisolasi. Dengan akses darat yang belum pulih akibat jembatan putus dan jalan longsor, operasi udara menjadi satu-satunya jalur distribusi yang memungkinkan.
Operasi Udara Berskala Besar: Hercules Jadi Tulang Punggung Pengangkutan Logistik
BNPB mengerahkan seluruh kekuatan satuan udara untuk misi ini. Selain armada helikopter yang selama sepekan terakhir menjadi alat distribusi utama, sebuah pesawat Hercules C-130 diterjunkan untuk membawa pasokan beras dalam jumlah besar ke zona bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa kehadiran Hercules sangat krusial untuk mengejar target penyelesaian distribusi dalam satu hari.
“Seluruh armada udara bergerak bersamaan. Satu unit Hercules kami siapkan khusus untuk 20 ton beras yang akan dikirim ke dua kabupaten. Target kami Aceh Tengah dan Bener Meriah selesai hari ini,” kata Abdul Muhari saat diwawancarai RRI.
Pesawat Hercules dijadwalkan melakukan beberapa sortie untuk memindahkan pasokan dari Banda Aceh menuju pos udara terdekat sebelum dibagi lagi oleh helikopter ke lokasi yang tidak memiliki landasan mendarat memadai.
Helikopter Berkapasitas Kecil dan Menengah Menyisir Titik-Titik Terisolisasi
Selain Hercules, helikopter berbadan kecil dan menengah ikut dikerahkan dalam pola rotasi cepat. Armada ini bertugas membawa bantuan permakanan, logistik kesehatan, dan kebutuhan mendesak lain ke desa-desa yang masih belum dapat dicapai melalui jalur darat.
Helikopter tersebut bergerak sesuai prioritas: desa yang paling lama terisolasi atau yang melaporkan kekurangan pangan akan dipasok terlebih dulu. Dalam beberapa kasus, helikopter harus melakukan hovering karena tidak adanya area pendaratan, sehingga logistik diturunkan menggunakan tali khusus.
“Ini operasi yang menuntut ketelitian tinggi. Cuaca tidak selalu bersahabat, tetapi kebutuhan warga harus tetap dipenuhi,” ujar seorang petugas udara yang terlibat dalam distribusi tersebut.
BNPB: Distribusi Udara Jadi Penentu Hingga Akses Darat Pulih
BNPB menegaskan bahwa seluruh misi udara ini dimaksudkan untuk menutup kebutuhan dasar masyarakat selama masa darurat. Hingga kini, banyak wilayah masih terputus akibat kerusakan infrastruktur yang sangat luas, terutama di bagian tengah Aceh.
Dengan bergabungnya pesawat Hercules dan helikopter dalam satu rangkaian operasi, BNPB berharap seluruh bantuan dapat diterima dalam waktu sesingkat mungkin.
“Selama akses darat belum pulih, jalur udara adalah satu-satunya jembatan logistik bagi warga,” jelas Abdul Muhari.
Ia menambahkan bahwa BNPB akan melanjutkan operasi serupa hingga jalur darat kembali bisa dilalui kendaraan bantuan dan pasukan.
Logistik Mengalir, Tapi Pemulihan Jangka Panjang Masih Berat
Distribusi udara hari ini menandai salah satu operasi kemanusiaan terbesar yang dilakukan BNPB dalam beberapa bulan terakhir. Namun di balik keberhasilan pengiriman 20 ton beras, tantangan pemulihan masih panjang: perbaikan jalan, jembatan, dan jaringan komunikasi harus dilakukan segera agar Aceh bisa keluar dari fase darurat berkepanjangan.
Untuk saat ini, warga Aceh Tengah dan Bener Meriah berharap langit tetap cerah—karena bantuan yang mereka tunggu hanya dapat datang dari udara.
