BMKG: La Niña Berpotensi Memicu Hujan Ekstrem, Masyarakat Diminta Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi

0

La Nina (Dok/pmel.noaa.gov)

THE ATJEHNESE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa fenomena iklim global La Niña berpotensi aktif dalam beberapa bulan ke depan, memicu peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena ini merupakan bagian dari siklus El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang memengaruhi suhu laut dan pola angin di Samudra Pasifik tropis.

Dalam penjelasannya, para ahli menyebut La Niña sebagai kondisi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah–timur Pasifik menurun di bawah rata-rata. Pendinginan suhu laut ini kemudian memperkuat hembusan angin pasat, mengubah arus udara, dan menciptakan tumpukan uap air yang besar di kawasan Pasifik bagian barat—termasuk Indonesia. Dampaknya, pembentukan awan menjadi lebih masif, dan peluang hujan deras meningkat signifikan.

Fenomena inilah yang kerap dikaitkan dengan hujan ekstrem, banjir bandang, genangan meluas, hingga tanah longsor di sejumlah daerah rawan. Sementara Indonesia berpotensi mengalami basah berlebihan, wilayah Pasifik bagian timur sering mengalami kondisi yang jauh lebih kering dibandingkan biasanya. Ketimpangan pola cuaca ini merupakan ciri khas ENSO yang memengaruhi banyak negara di dunia.

BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat curah hujan tinggi bisa datang tiba-tiba tanpa jeda yang cukup. “Ketika La Niña mulai aktif, intensitas hujan tidak hanya meningkat, tetapi juga bisa berlangsung dalam durasi yang lebih lama, sehingga risiko banjir dan bencana hidrometeorologi harus dipertimbangkan dengan serius,” demikian penjelasan BMKG dalam siaran terbarunya.

Masyarakat Diminta Mempersiapkan Diri Sejak Dini

Untuk meminimalkan dampak bencana, BMKG merekomendasikan sejumlah langkah kesiapsiagaan. Saluran air di rumah perlu dibersihkan secara berkala agar tidak tersumbat saat hujan deras. Dokumen dan barang berharga juga sebaiknya disimpan di tempat yang aman dari risiko rembesan air. Warga di daerah rawan longsor dan banjir dianjurkan untuk meningkatkan kewaspadaan terutama pada malam hari ketika curah hujan cenderung sulit dipantau.

Selain itu, pemantauan informasi cuaca harian sangat disarankan. BMKG menyediakan pembaruan kondisi atmosfer melalui siaran radio, televisi, dan media daring. Untuk wilayah Aceh, laporan cuaca juga dapat diikuti melalui jaringan RRI Pro 1 89,3 FM serta kanal YouTube RRI Lhokseumawe Official yang secara rutin menyiarkan perkembangan terbaru.

Dengan informasi cuaca yang akurat dan langkah antisipasi yang tepat, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi potensi hujan ekstrem sehingga risiko bencana dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *