Banjir Susulan Kembali Landa Aceh, Warga Panik Saat Air Meluap ke Permukiman di Aceh Barat dan Pidie Jaya

Kondisi DAS meluap banjir susulan terjadi di Kabupaten Pidie Jaya Minggu (7/12/2025). Foto kiriman untuk RRI
THE ATJEHNESE – Belum genap dua minggu sejak banjir besar pada 27 November 2025, warga di sejumlah wilayah di Aceh kembali dihadapkan pada situasi darurat. Pada Minggu pagi (7/12/2025), banjir susulan merendam kawasan Pasi Leuhan di Kabupaten Aceh Barat dan sejumlah desa di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Pidie Jaya.
Banjir susulan ini datang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya, membuat debit air sungai melonjak tajam dan melimpah ke permukiman.
Warga Belum Selesai Membersihkan Lumpur, Banjir Baru Sudah Datang
Melalui sambungan telepon, Syawal, warga Pidie Jaya, menceritakan bagaimana air sungai mulai meluap pada dini hari, sesaat setelah warga mulai merasa lega karena proses pembersihan lumpur dari banjir besar sebelumnya baru mencapai tahap awal.
“Bekas lumpur pun belum selesai kami bersihkan, tiba-tiba banjir susulan kembali terjadi. Warga panik karena takut kejadian seperti 27 November terulang lagi,” ujar Syawal.
Ia menjelaskan bahwa banjir pertama telah merusak rumah, perabotan, hingga harta benda warga. Banyak keluarga kehilangan pakaian, dokumen penting, dan barang kebutuhan sehari-hari. Ketika banjir baru ini muncul, trauma lama langsung kembali.
Warga Evakuasi Barang Penting di Tengah Sarana yang Terbatas
Sebagian warga mulai berusaha mengamankan barang-barang penting seperti pakaian, dokumen, alat elektronik, dan peralatan dapur ke tempat yang lebih tinggi. Namun, keterbatasan sarana dan minimnya kesiapan membuat sebagian warga lainnya memilih bertahan di rumah sambil terus memantau kenaikan permukaan air.
Situasi semakin sulit karena banyak warga masih kelelahan akibat proses pembersihan sisa-sisa lumpur dari banjir sebelumnya. Kondisi rumah yang belum pulih memperbesar risiko kerusakan jika air terus naik.
Harapan Warga: Air Segera Surut Sebelum Kerusakan Berulang
Syawal mengatakan bahwa warga sangat khawatir banjir susulan ini memperparah kerusakan yang belum sempat dipulihkan dari bencana sebelumnya.
“Kami sangat berharap air segera turun. Kami belum pulih dari banjir kemarin,” ungkapnya.
Hujan yang masih turun di beberapa kawasan menambah kecemasan warga. Banyak keluarga bersiaga sepanjang pagi, menjaga pintu rumah dan memastikan anak-anak tetap berada di tempat aman.
Aparat Desa dan Relawan Mulai Lakukan Pendataan Awal
Hingga berita ini diturunkan, air masih menggenangi beberapa desa. Aparat desa dan relawan lokal telah mulai melakukan pendataan awal terhadap jumlah rumah terdampak, kondisi permukiman, dan kebutuhan mendesak warga.
Tim penanganan bencana juga terus memantau perkembangan debit air sungai untuk memastikan kemungkinan evakuasi jika air kembali naik.
Kendati demikian, warga berharap banjir susulan ini segera mereda sehingga mereka bisa kembali melanjutkan upaya pemulihan dari bencana sebelumnya.
