Banjir Rendam Tiga Desa di Pantee Bidari, Puluhan KK Terdampak dan Fasilitas Umum Terendam

0

Banjir merendam SMPN 5 Pantee Bidari dan puluhan rumah warga dalam wilayah tersebut, Senin (13/1/2024). Foto : (Dokumen BPBD Aceh Timur).

THE ATJEHNESE – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Pantee Bidari sejak Minggu malam menyebabkan tiga desa diantaranya Pante Labu, Sijudo, dan Blang Senong, terendam banjir pada Senin (13/1/2025). Meskipun ketinggian air belum mencapai titik yang memaksa warga mengungsi, banjir sudah merendam puluhan rumah dan fasilitas pendidikan.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Aceh Timur, Marzuki, menjelaskan bahwa banjir terjadi setelah air sungai di kawasan tersebut meluap, menggenangi permukiman warga dengan ketinggian antara 10 hingga 40 sentimeter.

“Aliran sungai meluap karena intensitas hujan yang tinggi. Air naik cukup cepat dan menggenangi pemukiman, termasuk sejumlah sekolah,” ujar Marzuki.

  • Rumah dan Sekolah Mulai Terendam

Walaupun tidak ada laporan korban jiwa, warga mulai mengeluhkan kerusakan ringan pada perabot rumah dan terganggunya kegiatan belajar di sekolah-sekolah yang turut terendam. Sejumlah warga memilih tetap bertahan di rumah sambil memantau perkembangan air.

Data sementara menyebutkan, 75 Kepala Keluarga (KK) di Desa Pante Labu adalah kelompok terdampak terbesar. Di Desa Sijudo, tercatat tiga KK mengalami dampak langsung, sementara data dari Desa Blang Seunong masih terus diperbarui oleh petugas BPBD.

  • BPBD Turunkan Tim Pemantau

BPBD Aceh Timur telah mengirimkan tim untuk menilai kondisi lapangan sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar tetap siaga. Koordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan juga dilakukan untuk memastikan informasi banjir tersampaikan dengan cepat.

“Petugas kami terus memantau dan melakukan pendataan. Kami juga meminta warga di desa rawan agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” kata Marzuki.

Ia menambahkan bahwa BPBD sedang menyiapkan langkah antisipatif jika banjir meluas, mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

  • Desakan Penanganan Cepat dari Pemerintah

Warga berharap pemerintah daerah tidak sekadar menurunkan petugas pemantau, tetapi juga menyiapkan bantuan darurat dan penanganan jangka panjang terhadap potensi banjir musiman yang berulang di kawasan tersebut.

Bahwasanya pemerintah harus segera turun tangan dalam menangani banjir yang semakin meluas ini dan wajib membantu kebutuhan sandang, pangan, serta kerugian masyarakat yang terdampak, mengingat warga yang bergantung pada pertanian dan usaha kecil sangat rentan mengalami kerugian berlipat.

  • Siaga Menghadapi Cuaca Ekstrem

Dengan kondisi cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik, sejumlah desa di Pantee Bidari kini berada dalam status siaga. Masyarakat mengaku waspada terhadap potensi naiknya permukaan air, terutama di malam hari.

Petugas BPBD memastikan mereka akan tetap berada di lapangan hingga kondisi kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *