Banjir Rendam Matang Kareung, Aktivitas Warga Terganggu dan Belasan Jiwa Mengungsi

0

Banjir melanda aceh utara (Dok/Rahmat)

THE ATJEHNESE – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Utara sejak Kamis pagi menyebabkan luapan banjir di Gampong Matang Kareung, Kecamatan Baktiya. Air yang mengalir dari alur pembuangan yang tersumbat mulai merendam rumah warga sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (23/11/2025), dan membuat aktivitas harian masyarakat lumpuh.

Pantauan awal menunjukkan bahwa sekitar 30 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh tingginya genangan air yang merambat ke permukiman. Meski tidak menimbulkan kerusakan parah, banjir ini cukup membuat warga panik lantaran air naik secara cepat dan tanpa tanda-tanda surut.

Sebanyak 7 KK atau 32 jiwa akhirnya memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun tetangga untuk menghindari risiko yang lebih besar. Secara total, terdapat 37 KK atau 137 jiwa terdampak dalam insiden ini, tanpa laporan korban luka maupun korban jiwa.

  • Lansia dan Anak-anak Mendominasi Kelompok Rentan

Data pendataan awal menunjukkan tingginya jumlah kelompok rentan yang terdampak. Tercatat ada 12 lansia dan 62 anak-anak berada di kawasan genangan. Meski demikian, tidak ditemukan keberadaan ibu hamil maupun penyandang disabilitas. Kondisi kelompok rentan ini menjadi perhatian utama aparat gampong dan pihak kecamatan dalam memastikan penanganan awal dilakukan secara cepat dan tepat.

  • Tagana dan TKSK Turun ke Lapangan Sejak Pagi

Sejak pagi hari, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan perangkat desa. Langkah pendataan dilakukan untuk memastikan warga yang membutuhkan bantuan mendesak mendapat penanganan segera.

Salah satu prioritas utama petugas di lapangan adalah normalisasi saluran pembuangan. Penyumbatan oleh gambut dan sampah diduga menjadi pemicu utama meluapnya air ke permukiman. Pembersihan dan pembukaan aliran menjadi langkah krusial agar air tidak kembali meninggi.

  • Camat Baktiya Minta Alat Berat Dikerahkan

Camat Baktiya, Bakhtiar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Aceh Utara, Dinas Sosial, dan BPBD untuk tindak lanjut penanganan menyeluruh. Ia menekankan bahwa pengerahan alat berat segera dibutuhkan untuk membersihkan jalur pembuangan air yang tersumbat.

“Kami berharap upaya normalisasi dapat dilakukan secepat mungkin agar air tidak kembali naik. Selain itu, bantuan logistik bagi warga juga sangat diperlukan,” ujarnya.

  • Warga Diminta Tetap Waspada, Hujan Diprediksi Masih Tinggi

Melihat kondisi cuaca yang masih berpotensi buruk, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Aparat desa diimbau terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi cepat kepada warga terkait kondisi debit air.

Pemerintah kecamatan juga meminta warga yang tinggal dekat alur buangan untuk lebih berhati-hati, mengingat ancaman banjir susulan masih mungkin terjadi apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *