Banjir Meluas di Aceh Singkil, Ribuan Warga Terdampak dan Sejumlah Fasilitas Umum Terendam

0

pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang

THE ATJEHNESE – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Singkil sejak Rabu pagi mengakibatkan banjir meluas di sejumlah kecamatan. Data terbaru Pusdalops PB BPBD Aceh Singkil mencatat sedikitnya 647 kepala keluarga atau 2.591 jiwa terdampak banjir akibat luapan Sungai Lae Cinendang dan Sungai Lae Soraya.

Air naik dengan cepat sejak pukul 06.00 WIB, merendam permukiman penduduk dan fasilitas publik di berbagai titik. Petugas piket BPBD Aceh Singkil, Farrel Yustia Trianda, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi di wilayah hulu menjadi pemicu utama meningkatnya debit air sungai.

Daerah Terdampak Tersebar di Lima Kecamatan

Sejumlah kecamatan terdampak paling parah meliputi:

  • Gunung Meriah
  • Singkil Utara
  • Kuta Baharu
  • Singkil
  • Simpang Kanan

Di Kecamatan Gunung Meriah, banjir merendam Gampong Tanah Merah dengan dampak mencapai 15 KK atau 45 jiwa. Data dari Gampong Cingkam masih dalam proses pendataan di lapangan karena akses menuju lokasi cukup sulit.

Di Kecamatan Singkil Utara, air meluap hingga merendam Gampong Kampung Baru yang berdampak pada 83 KK (321 jiwa). Warga setempat menyebut air naik cukup cepat, membuat sebagian dari mereka sempat mengungsi ke tempat lebih aman.

Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Fasilitas Umum Turut Terendam

Di Kecamatan Singkil, banjir meluas ke beberapa gampong seperti Rantau Gedang, Teluk Rumbia, Kilangan Dusun 3 Impres, Kuta Simboling, serta Pea Bumbung. Genangan air di sejumlah ruas jalan mencapai 40 sentimeter, menyebabkan kendaraan sulit melintas bahkan ada yang memutar balik mencari jalur alternatif.

Fasilitas pendidikan juga tak luput dari dampak banjir. SDN Kampung Baru dan TPA Ilman Nafian ikut terendam air, mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sejumlah jalur mitigasi bencana di Desa Pea Bumbung juga terputus akibat derasnya arus.

Warga Sempat Mengungsi, Sebagian Sudah Kembali ke Rumah

Farrel menyebutkan bahwa sebelumnya terdapat 11 KK di Gampong Kampung Baru yang terpaksa mengungsi sementara. Namun saat air mulai surut, seluruh pengungsi tersebut telah kembali ke rumah masing-masing. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam banjir kali ini.

“Tim Reaksi Cepat sudah berada di lapangan untuk mendata, memantau, dan berkoordinasi dengan pemerintah desa,” ujar Farrel.

BPBD juga terus memonitor debit Sungai Lae Cinendang dan Lae Soraya untuk mengantisipasi luapan susulan.

Sebagian Wilayah Mulai Surut, Sebagian Lain Masih Digenangi

Hingga berita ini diturunkan, beberapa titik seperti Gampong Cingkam dan Kampung Baru dilaporkan sudah surut, sementara di wilayah lainnya air masih bertahan. Tim BPBD bersama aparat kecamatan dan relawan desa terus melakukan pemantauan serta memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.

Cuaca Masih Berpotensi Buruk, Warga Diminta Tetap Waspada

Kondisi cuaca di Aceh Singkil masih dilaporkan hujan. BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar DAS serta kawasan rendah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi naiknya debit air sungai dalam beberapa jam ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *