Banjir Meluas di Aceh Barat: 3.886 Warga Terdampak, 58 Desa Terendam, BPBD Dirikan Pengungsian

Banjir di Aceh Barat. Foto ; Dokumen BPBD Aceh Barat.
THE ATJEHNESE – Bencana banjir di Kabupaten Aceh Barat kembali menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman hingga ke delapan kecamatan. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Aceh Barat pada Kamis malam (27/11/2025), sebanyak 58 desa kini berada dalam kondisi terendam dengan tingkat kedalaman genangan yang bervariasi, dari setinggi lutut orang dewasa hingga tak lagi bisa dilewati kendaraan.
Dari Kecamatan Johan Pahlawan, Desa Leuhan menjadi salah satu titik yang paling awal merasakan dampak. Wilayah ini kini menjadi lokasi pemasangan tenda pengungsian oleh BPBD Aceh Barat sebagai langkah cepat untuk menyelamatkan warga yang rumahnya mulai tak aman dihuni. Sementara itu, di Kecamatan Meureubo, banjir turut menggenangi Desa Pasi Mesjid, Pasi Aceh Tunong, Pasi Aceh Baroh, serta sejumlah desa lain seperti Kajeung, Geudong, Lancong, Tungkop, Leubok Beutong, Gleng, Gunong Buloh dan Gaseu di Kecamatan Sungai Mas.
Laporan lanjutan menyebutkan banjir juga meluas ke Kecamatan Arongan Lambalek. Desa Teupin Peuraho, Pribu, Ujong Beusa, Drien Rampak, Keub, Cot Kumbang, hingga Seuneubok Lhong dan Suak Ie Beso mengalami genangan yang cukup tinggi. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Seuradeuk, Pasi Ara, Rambong Baro, Tangkeh, Lebok Panyang, serta Desa Pasi Janeng di Kecamatan Woyla Timur.
Wilayah di bagian barat kabupaten pun tidak luput dari terjangan air. Kecamatan Pante Ceureumen melaporkan Desa Canggai, Keutambang, Seumantok, hingga Desa Lango berada dalam kondisi darurat. Di Kecamatan Woyla Barat, sejumlah desa seperti Napai, Blang Cot Rubek, Blang Cot Mameh, Pasi Malee, Lhok Malee, Cot Rambong, hingga Alue Leuhob dan Ulee Pasi Ara masuk daftar terdampak. Sementara di Kecamatan Kaway XVI, desa-desa seperti Alue Tampak, Pandang Mancang, Puuk, Alue On, Putim, Mesjid, Keude Aron, hingga Pasi Jambu mulai dikepung banjir yang tidak menunjukkan tanda-tanda surut.
Di tengah situasi yang terus berkembang, masyarakat di berbagai titik bergotong-royong membuka dapur umum. Salah satunya berlokasi di Desa Geudong, tempat para warga saling membantu menyiapkan makanan bagi para pengungsi yang jumlahnya terus bertambah. BPBD Aceh Barat juga memperluas posko penanganan banjir di Mako BPBD untuk memusatkan koordinasi dan mempercepat distribusi bantuan.
Hingga laporan terakhir, jumlah warga terdampak telah mencapai 3.886 jiwa. Banyak di antara mereka terpaksa meninggalkan rumah akibat ketinggian air yang terus bertambah. Tidak sedikit pula yang memilih bertahan di lantai dua rumah atau menumpang sementara di rumah keluarga yang lebih aman.
Di tengah kondisi yang semakin genting, berbagai pihak menyuarakan harapan agar dukungan tidak hanya datang dari tingkat daerah. Diharapkan pemerintah pusat memberikan perhatian dan tanggapan yang sungguh-sungguh terhadap bencana ini, mengingat banjir diperkirakan akan meluas dan berdampak pada lebih banyak warga bila penanganan tidak segera diperkuat.
Situasi Aceh Barat kini memasuki fase yang membutuhkan respons cepat, terukur, dan konsisten. Dengan begitu, keselamatan ribuan warga yang sedang berjuang di tengah genangan dapat lebih terjamin, sementara penanganan jangka panjang untuk meminimalkan risiko bencana berikutnya dapat segera disusun.
