Banjir Luapan Rendam Jalan Lintas di Woyla Timur

Kondisi jalan Pasie Ara, Kecamatan Woyla Timur terendam banjir luapan sungai, Minggu (7/12/2025) pagi. Foto kiriman warga
THE ATJEHNESE – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Barat sejak Sabtu malam, 6 Desember 2025, kembali memicu banjir luapan sungai yang merendam permukiman warga pada Minggu pagi (7/12/2025). Air menggenangi rumah-rumah di sejumlah desa dan bahkan memutus akses jalan utama di Pasie Ara, Kecamatan Woyla Timur.
Pantauan Reporter RRI Meulaboh menunjukkan bahwa banjir meluas di beberapa kecamatan sekaligus. Di Kecamatan Meureubo dan Kaway XVI, air sungai yang meluap merendam rumah penduduk di Pasie Aceh Tunong, Pasie Leuhan, serta beberapa desa lainnya. Di Kecamatan Woyla, banjir juga telah memasuki kawasan padat penduduk dan memutuskan jalur transportasi warga.
Air Mencapai Pinggang Orang Dewasa, Warga Bertahan Sambil Menyelamatkan Harta Benda
Irfan, Keuchik Desa Pasie Aceh Tunong, mengungkapkan bahwa air terus meningkat sejak dini hari dan kini mencapai sepinggang orang dewasa.
“Banjir sudah mulai naik, ada yang sudah sepingang orang dewasa. Warga belum mengungsi,” kata Irfan saat dihubungi wartawan.
Menurutnya, sebagian warga tetap bertahan di rumah sambil mengangkat barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Mereka menunggu perkembangan air sambil mempersiapkan kemungkinan mengungsi apabila debit air terus meningkat.
Banjir Susulan, Warga Belum Pulih dari Bencana Sebelumnya
Banjir yang terjadi kali ini merupakan banjir susulan setelah peristiwa banjir besar yang melanda Aceh Barat pada akhir November 2025. Banyak warga belum sepenuhnya pulih dari kerusakan sebelumnya—sebagian rumah masih berlumpur, perabotan rusak, dan aktivitas ekonomi desa belum kembali normal.
“Kami baru saja mulai bersih-bersih, tapi banjir datang lagi,” keluh salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis, memicu luapan dari dua Daerah Aliran Sungai (DAS) besar yang mengapit Kabupaten Aceh Barat, yakni Sungai Woyla dan Sungai Meureubo.
BPBD Bersiaga dan Pantau Perkembangan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat telah menempatkan tim di sejumlah titik rawan. Mereka memantau perubahan kondisi air dan bersiap mengevakuasi warga apabila situasi memburuk.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk:
- menghindari area pinggir sungai,
- mengevakuasi barang penting,
- dan segera menuju titik aman apabila debit air tiba-tiba naik.
Potensi Genangan Meluas Bila Hujan Berlanjut
Dengan potensi hujan yang masih tinggi di wilayah hulu, warga di sekitar DAS diminta tetap waspada. Beberapa titik di Meureubo dan Woyla berpotensi kembali tergenang jika curah hujan tidak mereda.
Hingga berita ini disampaikan, arus air masih bergerak menuju beberapa permukiman di dataran rendah. Warga berharap air segera surut sehingga tidak memperburuk kondisi yang sudah sulit pascabencana sebelumnya.
