Jembatan Krueng Meureudu Kembali Dibuka Setelah Kerusakan Parah, Akses Utama Pidie Jaya–Bireuen Pulih Bertahap

0

Kendaraan mulai melintas di Jembatan Krueng Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (12/12/2025), setelah BPJN Aceh menyelesaikan penanganan sementara oprit jembatan yang rusak akibat banjir bandang, sehingga akses jalur nasional Lintas Timur Aceh kembali dibuka secara bertahap. Foto: (Humas Aceh).

THE ATJEHNESE – Setelah sempat lumpuh akibat kerusakan serius yang terjadi beberapa waktu lalu, akses di oprit Jembatan Krueng Meureudu akhirnya kembali pulih. Sejak Jumat (12/12/2025) pagi, jembatan yang berada di jalur strategis Meureudu–Pidie Jaya itu kembali dibuka untuk lalu lintas, menandai berfungsinya kembali salah satu titik vital mobilitas masyarakat dan distribusi barang di kawasan pesisir timur Aceh.

Kabar dibukanya kembali jembatan ini disampaikan langsung oleh PPK 1.2 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Rita Marleni, yang memastikan bahwa penanganan darurat telah selesai dan struktur oprit kini berada dalam kondisi aman untuk dilintasi.

Alhamdulillah, penanganan sementara sudah rampung. Jembatan kembali fungsional dan masyarakat sudah dapat melintas mulai hari ini, ujar Rita dalam keterangannya.

Akses yang Sempat Terganggu Kini Kembali Mengalir

Oprit Jembatan Krueng Meureudu terletak di jalur nasional yang menghubungkan Meureudu dengan Kabupaten Bireuen—sebuah ruas yang selama ini menjadi nadi pergerakan masyarakat pesisir timur Aceh. Kerusakan yang terjadi sebelumnya sempat memicu kemacetan panjang dan mengganggu distribusi logistik, terutama setelah banjir bandang memperparah kondisi jalan pendekat dengan timbunan lumpur tebal.

Rangkaian Penanganan: Penimbunan, Boulder, dan Pembersihan Lumpur

BPJN Aceh sejak awal telah melakukan beberapa langkah pemulihan yang bersifat mendesak. Penanganan mencakup:

  • Penimbunan ulang oprit jembatan untuk mengembalikan elevasi dan kekuatan struktur penyangga,
  • Pemasangan batu boulder sebagai pengaman tambahan dari potensi erosi,
  • Pembersihan total jalur pendekat yang sebelumnya terkubur lumpur banjir.

Langkah-langkah ini dilakukan secara simultan agar jembatan dapat difungsikan kembali dalam waktu sesingkat mungkin.

Progres Cepat: Dari 25 Persen ke Penyelesaian

Pada Kamis (04/12/2025), progres penanganan baru mencapai sekitar 25 persen, dengan estimasi pengerjaan 10 hari. Namun, percepatan di lapangan membuat target itu bisa dikejar lebih cepat dari prediksi, sehingga pada hari ini jembatan telah dinyatakan layak digunakan oleh publik.

Harapan agar Mobilitas Ekonomi Pulih

Dengan kembali beroperasinya Jembatan Krueng Meureudu, masyarakat berharap arus barang dan mobilitas sosial ekonomi antara Pidie Jaya, Bireuen, dan daerah sekitarnya kembali normal. Meski demikian, BPJN Aceh menegaskan bahwa pemantauan kondisi oprit dan badan jalan tetap dilakukan secara berkala, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi memengaruhi stabilitas struktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *