Enam Ruas Jalan Nasional di Aceh Masih Terputus: Jembatan Runtuh, Longsor, dan Banjir Picu Krisis Akses Antarwilayah

0

Jembatan di jalur lintas nasional Banda Aceh–Medan di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, putus dihantam banjir, Rabu (26/12/2025). (Foto: dok warga)

THE ATJEHNESE – Sepekan terakhir, banjir bandang dan longsor besar yang menyapu berbagai wilayah di Aceh meninggalkan dampak serius terhadap infrastruktur jalan nasional. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mencatat enam ruas utama masih terputus total, dengan sejumlah jembatan runtuh dan badan jalan amblas di titik-titik kritis.

Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, menjelaskan bahwa kerusakan terbesar terjadi pada jalur penghubung antar-kabupaten yang selama ini menjadi nadi transportasi masyarakat maupun distribusi logistik. Salah satu titik yang paling terdampak adalah Ruas Meureudu – Batas Pidie Jaya/Bireuen, yang lumpuh akibat runtuhnya oprit Jembatan Krueng Meureudu.

Menurut Heri, penanganan darurat sudah digerakkan sejak awal, dengan target pembukaan akses sementara pada 12 Desember 2025. Meski begitu, ia memastikan bahwa sebagian jalan nasional lainnya telah kembali dapat dilintasi setelah dilakukan pembersihan sedimen dan perbaikan ringan.

“Walaupun enam ruas masih terputus, sejumlah jalur strategis telah kembali terbuka, khususnya jalur Banda Aceh hingga Meureudu dan koridor Lhokseumawe–Langsa,” ujar Heri dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Jumat (5/12/2025).

Ruas Bireuen–Aceh Utara Masih Lumpuh: Jembatan Tingkeum Terseret Arus

Ruas terputus kedua berada di Kota Bireuen – Batas Bireuen/Aceh Utara, akibat runtuhnya bentang Jembatan Krueng Tingkeum (Kuta Blang). Mobilitas warga kini dialihkan melalui jembatan darurat (bailey) di Awe Geutah. Pemasangan struktur bailey sedang dikebut, dengan target selesai 16 Desember 2025.

Sementara itu, ruas Kota Bireuen – Bener Meriah juga mengalami kerusakan berat. Oprit Jembatan Teupin Mane runtuh diterjang banjir, memutus total jalur penghubung dataran tinggi. Penimbunan oprit dan pemasangan bailey sedang berlangsung dan ditargetkan rampung 10 Desember 2025.

Kerusakan Berantai di Pegunungan: Lima Jembatan Putus di Jalur Bener Meriah–Aceh Tengah

Salah satu kerusakan paling ekstrem terjadi pada ruas Batas Bireuen/Bener Meriah – Batas Bener Meriah/Aceh Tengah, yang tidak hanya mengalami longsor, tetapi juga putus total di lima jembatan sekaligus. Mobilisasi material dan peralatan baru bisa dilakukan setelah jalur Teupin Mane kembali terhubung.

BPJN Aceh menargetkan mobilisasi bailey ke lokasi pegunungan ini dapat dimulai 11 Desember 2025.

Aceh Tenggara Terisolasi: Dua Jembatan Putus, Longsor Tutup Badan Jalan

Di wilayah selatan, Ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara – Kota Kutacane juga terdampak parah. Dua jembatan mengalami kerusakan berat dan tanah longsor menimbun badan jalan. Penimbunan oprit sudah dimulai, sementara bailey yang dikirim dari Medan dijadwalkan tiba 8 Desember 2025.

Krueng Beutong Putus: Jalan Lintas Tengah Aceh Ditutup Total

Kerusakan signifikan juga terjadi pada jalur Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhok Seumot – Jeuram. Jembatan Krueng Beutong terputus dan badan jalan di beberapa segmen mengalami longsor. Untuk sementara, akses dibuka melalui jalur alternatif jalan kebun menuju oprit jembatan. Perbaikan penuh ditargetkan selesai 17 Desember 2025.

Kondisi Mulai Membaik di Timur: Akses ke Sumatra Utara Kembali Terbuka

Berita baik datang dari kawasan timur Aceh. Akses Kuala Simpang – perbatasan Sumatra Utara kini dapat dilalui truk besar setelah ketinggian air menurun. Pembersihan sedimen dilakukan dengan mengerahkan tiga backhoe dan dua loader, dengan target rampung 10 Desember 2025.

Sementara itu, jalur Simpang Uning – Uwaq – Batas Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren juga mulai membaik. Kendaraan roda dua sudah bisa melintas, sedangkan pembukaan untuk kendaraan roda empat diperkirakan selesai 15 Desember 2025.

Ruas Genting Gerbang–Celala–batas Aceh Tengah/Nagan Raya juga telah tersambung kembali, meski masih terbatas untuk kendaraan ringan. Kerusakan pada akses menuju Jembatan Krueng Beutong sedang dipulihkan dan ditargetkan selesai 17 Desember 2025.

BPJN Aceh: Tantangan Besar, Tetapi Pemulihan Terus Dipacu

Heri menegaskan bahwa tim di lapangan bekerja dalam tekanan besar, baik dari sisi cuaca maupun akses medan yang terjal. Namun semua upaya diprioritaskan untuk membuka kembali jalur-jalur penghubung antarwilayah yang menjadi lifeline masyarakat Aceh.

“Kami bergerak secepat mungkin. Setiap ruas yang kembali terbuka berarti distribusi logistik dan mobilitas warga bisa berjalan kembali,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *