Pemulihan Infrastruktur Aceh Dikebut, Jembatan-Jembatan Vital di Lintas Timur Mulai Mendekati Tahap Fungsional

0

BPJN Aceh saat mengunjungi Jembatan Krueng Meureudu yang putus akibat banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (4/12/2025) (Foto: Aceh Trend)

THE ATJEHNESE – Pemerintah tengah mempercepat pemulihan sejumlah ruas jalan nasional dan jembatan yang rusak berat akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh dalam beberapa pekan terakhir. Kerusakan parah pada jalur utama, khususnya di lintas timur Aceh, menjadi prioritas penanganan karena jalur tersebut merupakan urat nadi pergerakan logistik dan mobilitas antarwilayah.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Aceh, Riski Anugrah, menjelaskan bahwa tim di lapangan bekerja dengan intensitas tinggi untuk memperbaiki kerusakan jembatan yang sebelumnya sempat memutus konektivitas.

“Saat ini perbaikan sedang dilakukan pada salah satu akses utama, yaitu Jembatan Krueng Meureudu. Oprit sepanjang 35 meter yang putus sudah kami tangani, dan progresnya kini hampir rampung. Insyaallah dalam minggu ini sudah dapat difungsikan kembali,” ujar Riski dalam wawancara bersama RRI, Jumat (12/12/2025).

Jembatan Krueng Meureudu Jadi Prioritas Utama Pemulihan

Kerusakan pada oprit Jembatan Krueng Meureudu menimbulkan gangguan besar bagi pengguna jalan lintas timur. Selama beberapa hari, arus kendaraan harus dialihkan atau melambat akibat kondisi jalan yang tidak stabil. Pemulihan struktur jalan dan oprit menjadi langkah mendesak agar kendaraan dapat kembali melintasi jembatan secara aman.

Riski menegaskan bahwa pembukaan kembali akses ini akan memberikan dampak signifikan, terutama bagi wilayah-wilayah yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi barang dan kebutuhan pokok.

“Lintas timur adalah jalur vital yang menghubungkan banyak kabupaten di Aceh. Setiap hari terjadi pergerakan kendaraan logistik dalam jumlah besar. Membuka akses ini secepatnya sangat penting untuk memulihkan aktivitas warga,” ujarnya.

Pembangunan Bailey Kuta Blang Dipercepat, BUMN Karya Diturunkan ke Lapangan

Selain Krueng Meureudu, pemerintah juga mempercepat pembangunan jembatan Bailey di Kuta Blang, salah satu titik yang terdampak paling berat akibat runtuhnya jembatan lama.

Riski menjelaskan bahwa pengerjaan Bailey dilakukan oleh tim gabungan, termasuk dukungan dari BUMN Karya yang mengerahkan alat berat dan tenaga teknis. Pembangunan struktur jembatan darurat tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025, sehingga dapat segera menggantikan akses yang hilang akibat bencana.

Tim Bekerja di Tengah Cuaca Ekstrem

Meskipun cuaca buruk masih melanda beberapa wilayah di Aceh, tim pemulihan tetap bergerak di lapangan. Tanah labil, aliran air yang tinggi, serta curah hujan yang tidak menentu menjadi tantangan harian bagi para pekerja. Namun demikian, percepatan pemulihan infrastruktur tetap dijalankan mengingat urgensi dan ketergantungan tinggi masyarakat pada konektivitas darat.

Riski menyampaikan bahwa seluruh upaya ini ditujukan untuk memastikan Aceh kembali terhubung, terutama wilayah yang selama ini terisolasi akibat runtuhan oprit, amblesan jalan, dan banjir besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *