Debit Sungai Krueng Woyla dan Meureubo Meningkat, Sejumlah Desa di Aceh Barat Mulai Terendam

Banjir di wilayah Aceh Barat. Foto : (Dokumen BPBD Aceh Barat)
THE ATJEHNESE – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Barat sejak beberapa hari terakhir kembali memicu kenaikan debit air di dua Daerah Aliran Sungai (DAS) besar, yaitu Krueng Woyla dan Krueng Meureubo. Kondisi ini membuat beberapa permukiman warga yang berada di daerah hilir mulai tergenang dan menimbulkan kekhawatiran akan banjir susulan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya mencatat peningkatan air paling signifikan terjadi di hilir DAS Woyla.
“Dari hasil monitoring tim di lapangan, air sudah mulai memasuki permukiman warga di kawasan Desa Blang Luah dan Desa Napai. Ketinggiannya belum ekstrem, tetapi sudah cukup untuk mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Ronald saat memberikan laporan, Minggu (7/12/2025).
Kenaikan Debit Merata di Dua DAS Besar
Tidak hanya di Krueng Woyla, peningkatan debit air juga terjadi di DAS Krueng Meureubo. Berdasarkan pantauan BPBD, debit air di sungai tersebut terus naik dan mulai menggenangi wilayah Kecamatan Meureubo dan Johan Pahlawan, khususnya di Desa Pasi Leuhan, Pasi Mesjid, hingga Pasi Aceh.
Ronald menjelaskan bahwa situasi berpotensi memburuk apabila hujan deras kembali turun di hulu kedua sungai tersebut.
“Jika ada hujan dengan volume besar di bagian hulu, wilayah hilir seperti Johan Pahlawan, Meureubo, Woyla Barat, hingga Arongan Lambalek hampir pasti terendam,” ujarnya.
Sejumlah Kecamatan Sudah Mengalami Dampak
Hingga laporan diterima, BPBD menyebutkan bahwa banjir genangan sudah terjadi di beberapa titik, terutama di Kecamatan Woyla Barat, Johan Pahlawan, sebagian Meureubo, dan kawasan Kaway XVI.
Di beberapa desa, ketinggian air mulai mencapai selutut orang dewasa. Meski masih memungkinkan untuk dilalui, kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa debit air berpotensi terus meningkat apabila cuaca buruk berlanjut.
“Kita sebenarnya berada dalam situasi darurat banjir. Ini bukan lagi status siaga, karena penanganan di lapangan sudah berlangsung,” tambah Ronald.
BPBD Siaga Evakuasi Jika Kondisi Memburuk
Ronald menegaskan bahwa BPBD Aceh Barat telah menyiapkan tim lengkap beserta peralatan evakuasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Personel siaga sudah ditempatkan di titik-titik rawan, sementara armada pendukung seperti perahu karet, kendaraan tinggi, hingga logistik darurat telah dipersiapkan.
“Kalau terjadi lonjakan air dan warga harus dievakuasi untuk kedua kalinya, kami sudah siap. Baik dari sisi personel, peralatan, maupun logistik darurat,” katanya.
Ia juga menekankan agar masyarakat tetap waspada dan segera melapor kepada aparat desa atau posko BPBD apabila air mulai naik secara cepat atau mulai memasuki rumah.
Cuaca Tidak Stabil, Warga Diminta Tetap Siaga
BMKG sebelumnya telah memperingatkan bahwa cuaca di wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan masih fluktuatif. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pegunungan dan pesisir, sehingga meningkatkan risiko banjir di daerah hilir.
Dengan kondisi sungai yang belum stabil, masyarakat di sekitar DAS Krueng Woyla dan Meureubo diimbau tetap waspada dan memperhatikan perkembangan informasi resmi dari BPBD.
