BMKG Aceh Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah

0

Prakirawan BMKG Aceh https://nowcasting.bmkg.go.id (foto:dok/BMKG Aceh)

THE ATJEHNESE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh merilis peringatan dini cuaca ekstrem pada Sabtu (7/12/2025) pukul 06.05 WIB. Dalam laporan tersebut, BMKG menyebutkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah Aceh sejak pukul 06.15 WIB.

Sejumlah kabupaten/kota yang masuk dalam kategori berisiko tinggi meliputi Aceh Timur, Aceh Utara, Simeulue, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Tamiang, Kota Lhokseumawe, dan Kota Langsa. Kondisi atmosfer yang labil membuat potensi hujan deras diprediksi mampu berkembang cepat dan meluas dalam hitungan jam.

Potensi Meluas ke Daerah Pegunungan dan Wilayah Tengah Aceh

Menurut analisis BMKG, cuaca ekstrem ini tidak hanya terkonsentrasi di kawasan timur Aceh. Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan turut menjalar ke sejumlah wilayah lain seperti Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Pidie Jaya, serta beberapa bagian Kabupaten Bireuen lainnya.

Intensitas curah hujan yang tinggi ini berpotensi menimbulkan banjir, genangan air, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat yang berada di area rawan bencana.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah terdampak maupun sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu memantau kondisi cuaca terkini. Lembaga tersebut menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 09.30 WIB.

“Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rentan banjir atau rawan longsor, diminta untuk terus mengikuti informasi resmi BMKG dan menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan lebat disertai petir,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Selain itu, warga juga diminta menjauhi area pepohonan tinggi, bantaran sungai, saluran air, serta daerah perbukitan yang mudah mengalami pergerakan tanah.

Situasi Masih Dinamis, BMKG Minta Pemerintah Daerah Siaga

BMKG mengingatkan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil memungkinkan perubahan cuaca terjadi secara cepat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah diimbau memperkuat kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang baru saja dilanda banjir atau yang masih dalam proses pemulihan.

Pusat pengendalian bencana daerah juga diminta menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang, banjir susulan, gangguan lalu lintas, hingga kemungkinan terputusnya jaringan komunikasi jika cuaca memburuk.

Doa untuk Aceh

Di tengah peringatan cuaca ini, masyarakat Aceh turut berharap keselamatan bagi seluruh warga di wilayah yang berisiko terdampak hujan ekstrem.

Semoga Allah melindungi seluruh rakyat Aceh dan menjaga dari segala mara bahaya dan musibah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *