35.706 Warga Aceh Tengah Mengungsi Pascabanjir Bandang, BPBD: Puluhan Ribu Jiwa Terdampak dan Sejumlah Wilayah Masih Terisolir

0

Kondisi di Kecamatan Bintang pasca diterjang Banjir Bandang dan Tanah Longsor. Foto For RRI

THE ATJEHNESE – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh Tengah pada Rabu (25/12/2025) memaksa 35.706 warga meninggalkan rumah mereka. Gelombang banjir besar yang datang tiba-tiba tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga memutus akses jalan dan melumpuhkan aktivitas masyarakat di sejumlah kecamatan.

Dalam laporan terbaru pada Kamis (4/12/2025), Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah Andalika menyampaikan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak yang tersebar di 14 kecamatan.

Pendataan Masih Berjalan, Posko Utama Disiapkan

Andalika menjelaskan bahwa BPBD telah membuka posko utama sebagai pusat informasi dan pengaduan warga.

“Kalau mau laporan atau data, kita sediakan di posko utama. Petugas terus bekerja untuk mendata seluruh warga terdampak,” ujarnya.

Selain puluhan ribu pengungsi, Andalika menyebut terdapat 234.710 jiwa yang terdampak langsung oleh bencana banjir dan longsor tersebut. Data ini mencakup warga yang rumahnya rusak, kehilangan akses air bersih, hingga mereka yang masih terjebak di wilayah terisolir.

Sejumlah Kawasan Masih Terputus Akses

Sejumlah wilayah dilaporkan masih belum bisa dijangkau petugas karena jalan utama tertimbun material longsor, jembatan rusak, atau terputus total akibat derasnya arus banjir. Kondisi ini menyebabkan distribusi bantuan menjadi terhambat dan membuat warga di beberapa desa belum mendapatkan bantuan secara optimal.

Seruan Agar Pemerintah Bertindak Cepat

Di tengah besarnya jumlah pengungsi dan luasnya dampak kerusakan, berbagai pihak menilai bahwa penanganan bencana Aceh Tengah membutuhkan perhatian serius dan langkah yang lebih tegas dari pemerintah pusat.

Seharusnya pemerintah bertindak cepat dalam memberikan bantuan ke korban banjir ini, dan menetapkan status bencana nasional, mengingat skala kerusakan yang sangat luas serta jumlah warga terdampak yang mencapai ratusan ribu jiwa.

Penetapan status tersebut dinilai dapat mempercepat mobilisasi anggaran, pendistribusian logistik, pengerahan personel, dan pembukaan akses ke wilayah-wilayah yang masih terisolir.

Masyarakat Berharap Penanganan Lebih Maksimal

Hingga kini, petugas BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku menembus wilayah yang terputus demi memastikan warga mendapatkan bantuan darurat. Di berbagai titik pengungsian, kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, dan alas tidur masih menjadi prioritas utama.

Bagi masyarakat Aceh Tengah, banjir bandang tahun ini adalah salah satu bencana terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Mereka berharap pemerintah daerah dan pusat bergerak lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan lebih sigap mengatasi dampak besar yang ditimbulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *