Dua Warga Aceh Utara Meninggal Akibat Banjir, Arus Deras Hambat Proses Penyelamatan

0

Kondisi Volume debit air di Pintu Air Paya Bakong, Aceh Utara yang diperkirakan semakin tinggi. Pantauan pada Selasa (25/11/2025. (foto:dok.RRI)

THE ATJEHNESE – Dampak banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara kian memprihatinkan setelah dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat insiden berbeda pada Rabu (26/11/2025). Peristiwa tersebut menjadi pengingat betapa berbahayanya aktivitas di tengah cuaca ekstrem dan derasnya arus banjir yang melanda kawasan itu sejak beberapa hari terakhir.

Korban pertama, Muzammar (30), warga Desa Tanjong Babah, Kecamatan Matangkuli, meninggal akibat tersengat listrik ketika berusaha menyelamatkan ternak di pekarangan rumahnya yang sudah tergenang air. Sementara itu, M. Afdalil (27), warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, meninggal setelah terseret arus banjir ketika melintas menggunakan sepeda motor.

  • Terseret Arus Saat Melintasi Jalan yang Telah Ditutup

Kapolsek Tanoh Jambo Aye, Iptu Agus Alfian Halomoan, menjelaskan bahwa Afdalil tetap melintas di jalur menuju Desa Jrat Manyang meskipun jalan tersebut telah ditutup karena banjir. Saat mencapai pertengahan jalan yang airnya mencapai sekitar 80 cm, arus kuat menyeret korban beserta sepeda motornya.

“Warga di sekitar lokasi sempat mencoba menolong, namun kuatnya arus membuat korban terseret jauh hingga ke aliran sungai,” ujar Iptu Agus. Korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal dalam kondisi tidak bernyawa.

  • Kasus Serupa Juga Terjadi di Gampong Lagang

Di Gampong Lagang, Kecamatan Sawang, dua perempuan dilaporkan terseret arus pada waktu yang hampir bersamaan. Keduanya dikabarkan berhasil bertahan hidup dengan berpegangan pada sebatang kayu besar di tengah derasnya arus, namun hingga saat ini belum diperoleh kepastian mengenai kondisi terbaru mereka.

Arus yang sangat deras membuat proses penyelamatan dan penyisiran medan menjadi sulit dilakukan. Meskipun begitu, warga dan relawan setempat tetap berusaha memberikan bantuan semampu mereka sambil menunggu tim penyelamat tiba.

  • Debit Air Masih Meningkat, Wilayah Belum Aman

Hingga Kamis (27/11/2025), debit air di berbagai titik di Aceh Utara belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sebaliknya, kondisi dilaporkan semakin mengkhawatirkan mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi. Gangguan komunikasi di beberapa lokasi juga menyulitkan masyarakat untuk mengakses informasi darurat.

Warga diharapkan berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama ketika melintasi jalan yang tergenang atau daerah yang berdekatan dengan aliran sungai yang meluap.

Hingga berita ini disiarkan, petugas belum memberikan laporan resmi mengenai kondisi kedua perempuan yang sebelumnya terseret arus, namun proses penyelamatan terus berlangsung dengan upaya maksimal. Masyarakat diminta tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *