Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Simeulue, Rumah Ibadah dan Perkantoran Rusak Parah

Masjid Babussalam di Desa Kampung Aie, Simeulue Tengah. Foto: (Potongan video warga).
THE ATJEHNESE – Guncangan kuat magnitudo 6,3 yang mengguncang Kabupaten Simeulue pada Kamis (27/11/2025) siang memicu kepanikan warga dan merusak berbagai fasilitas publik. Gempa terjadi pukul 11.56 WIB dan segera terasa sebagai getaran besar yang membuat warga berlarian keluar rumah, beberapa di antaranya bahkan meninggalkan kendaraan dan barang pribadi demi menyelamatkan diri.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada 62 kilometer barat laut Sinabang dengan kedalaman 10 kilometer. Meski tidak menimbulkan korban meninggal dunia, gempa menyebabkan kerusakan signifikan di rumah ibadah, perkantoran, dan bangunan umum lainnya.
Masjid Babussalam Mengalami Kerusakan Terdalam
Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, mengatakan bahwa hingga kini laporan korban jiwa belum ada. Namun sejumlah bangunan penting mengalami kerusakan berat. “Korban meninggal dunia belum ada. Tapi ada korban luka-luka, dan banyak rumah ibadah yang rusak parah, termasuk beberapa kantor pemerintahan,” ujarnya.
Salah satu bangunan yang terdampak paling parah adalah Masjid Babussalam di Desa Kampung Aie, Simeulue Tengah. Rekaman dan foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dinding retak besar, jendela pecah, dan plafon runtuh. Di area dalam masjid, pecahan beton berserakan dan sebagian perabot ibadah tampak rusak berat.
“Masjid Babussalam masih kami pantau. Untuk perkantoran dan sejumlah instansi, proses penanganan kerusakan sudah berjalan. Saat ini saya sedang berada di Banda Aceh untuk koordinasi penanganan pascagempa,” kata Nusar Amin.
Petugas dibantu warga terlihat mengevakuasi material bangunan dan membersihkan puing-puing yang menumpuk, sekaligus memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam bangunan yang rusak.
Guncangan Terasa Hingga Sumatera Utara
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Aceh, Andi Azhar, menjelaskan bahwa guncangan terasa kuat di banyak titik di Aceh. Di Simeulue, skala intensitas mencapai IV MMI, yang menandakan benda ringan bergoyang jelas dan sebagian warga memilih meninggalkan rumah. Di Aceh Selatan, getaran tercatat pada skala III–IV MMI.
Sementara itu di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, hingga Subulussalam, gempa dirasakan pada skala III MMI. Getaran juga menjalar sampai ke Sumatera Utara, termasuk Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, Lhokseumawe, dan bahkan Medan serta Silangit pada skala II MMI.
Respons Cepat Diperlukan
Meski kerusakan tersebar di berbagai titik, akses komunikasi dan informasi dari Simeulue sempat terhambat karena beberapa jaringan listrik dan telekomunikasi padam. Aparat serta relawan terus melakukan asesmen di lapangan untuk mendata kerusakan dan kebutuhan mendesak warga.
Melihat skala kerusakan dan kebutuhan yang muncul di hari pertama pascagempa, warga dan petugas menekankan perlunya keterlibatan pemerintah secara cepat dan terarah. Diharapkan pemerintah bergerak cepat untuk membantu mengevakuasi masyarakat di daerah terdampak serta segera menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan warga, terutama mereka yang rumahnya tidak lagi dapat ditinggali.
Hingga malam hari, petugas masih melakukan pemantauan di berbagai titik, sementara laporan kerusakan tambahan dari desa-desa terpencil terus berdatangan.
