BMKG: Siklon Tropis Senyar Picu Cuaca Ekstrem di Aceh, Banjir dan Longsor Berpotensi Meluas

Foto BMKG
THE ATJEHNESE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait dampak Siklon Tropis Senyar, yang diprediksi memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh pada 27–28 November 2025. Meski pusat siklon bergerak perlahan menjauhi Indonesia, pengaruhnya masih kuat dan berpotensi memperparah kondisi cuaca yang sudah tidak stabil sejak beberapa hari terakhir.
Menurut analisis BMKG, Senyar terbentuk dari bibit siklon tropis 95B dan meningkat statusnya menjadi siklon pada Rabu (26/11). Posisinya saat dicatat pada 26 November pukul 19.00 WIB berada di 4.4 LU – 97.9 BT, sekitar 120 km tenggara Lhokseumawe, dengan kecepatan angin maksimum 35 knots atau 65 km/jam.
- Dampak Masih Kuat Meski Siklon Menjauh
Prakirawan BMKG, Afif Shalahuddin, menjelaskan bahwa meskipun Senyar tengah bergerak ke arah timur dan menjauh dari Aceh, daerah terdampak akan tetap merasakan imbas signifikan berupa hujan deras, angin kencang, hingga gelombang tinggi.
“Meski Senyar bergerak menjauh, pengaruhnya terhadap cuaca Aceh tetap kuat. Hingga 28 November, masyarakat harus waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan longsor, terutama di wilayah yang sejak awal sudah tergenang,” ujarnya.
BMKG memperkirakan bahwa dalam 24 jam ke depan, Senyar akan bergeser ke posisi sekitar 215 km timur-tenggara Lhokseumawe, dengan kekuatan angin melemah menjadi 30 knots atau 55 km/jam. Meski begitu, kategori sistemnya akan turun menjadi Low Pressure, namun dampak cuacanya tetap terasa di Aceh dan sebagian Sumatera Utara.
- Potensi Gelombang Tinggi Meningkat
Selain hujan ekstrem, gelombang tinggi juga menjadi ancaman tambahan bagi masyarakat pesisir. BMKG mencatat potensi gelombang 2,5–4 meter di:
- Selat Malaka bagian utara
- Perairan laut Aceh
- Samudra Hindia barat Aceh hingga Mentawai
Nelayan dan operator kapal diimbau untuk tidak melaut sementara waktu demi menghindari risiko kecelakaan.
- Warga Diimbau Tetap Siaga, Pemerintah Diminta Percepat Bantuan
Situasi cuaca yang tidak menentu ini menambah tekanan pada daerah-daerah yang sudah mengalami banjir dalam beberapa hari terakhir. Di sebagian wilayah Aceh, luapan sungai dan genangan banjir masih tinggi, sementara masyarakat di area rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan.
Sebagian warga menyampaikan bahwa mereka membutuhkan informasi yang jelas dan bantuan cepat agar dapat menghadapi perkembangan cuaca ekstrem ini. Pemerintah diharapkan bisa segera memberikan bantuan dan penyuluhan informasi kepada masyarakat yang terdampak, terutama di daerah terpencil dan wilayah yang aksesnya terganggu akibat banjir.
BMKG menegaskan bahwa peringatan dini akan terus diperbarui sesuai perkembangan terbaru siklon dan kondisi atmosfer di sekitar Aceh.
