Hujan Guyur Empat Kecamatan di Aceh Timur Terendam Banjir, Puluhan Rumah Warga Terdampak

Salah satu lokasi rumah penduduk yang digenangi banjir di Kabupaten Aceh Timur. (foto:dok.Relawan TKSK).
THE ATJEHNESE – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Timur sejak akhir pekan menyebabkan empat kecamatan terendam banjir sejak Sabtu, 22 November 2025. Genangan air yang terus meningkat membuat sejumlah warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Ashadi, mengungkapkan bahwa hingga Minggu (23/11/2025), sedikitnya enam Kepala Keluarga (KK) telah berpindah sementara ke rumah tetangga karena rumah mereka terendam.
“Informasi awal menunjukkan ada enam KK yang mengungsi akibat banjir. Mereka memilih tinggalkan rumah untuk menghindari risiko yang lebih besar,” ujar Ashadi kepada wartawan.
Menurutnya, ketinggian air yang masuk ke permukiman warga bervariasi, meski sebagian besar masih berada di bawah satu meter. Enam keluarga yang mengungsi merupakan warga Gampong Pucok Alu Sa dan Keude Tuha.
Puluhan Rumah Terdampak di Kecamatan Simpang Ulim
Kecamatan Simpang Ulim menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Data sementara BPBD mencatat:
- 21 rumah terendam di Gampong Peulalu
- 6 rumah di Keude Tuha
- 30 rumah di Gampong Blang
- 6 rumah di Gampong Pucok Alue Dua
- 30 rumah di Pucok Alue Barat
- 30 rumah di Gampong Alue Sa
Seluruh desa tersebut kini tengah berupaya menyelamatkan barang-barang penting sambil menunggu surutnya air.
- Genangan di Persawahan Nurussalam
Selain Simpang Ulim, Kecamatan Nurussalam juga ikut terdampak meski dalam skala yang lebih ringan. Di wilayah ini, banjir hanya menggenangi area persawahan dan belum memasuki kawasan permukiman warga.
Sementara itu, BPBD masih terus mengumpulkan data mengenai kondisi banjir di Kecamatan Madat dan Idi Rayeuk, mengingat laporan dari kedua wilayah tersebut belum sepenuhnya masuk.
- Diterjang Angin Kencang
Selain banjir, Ashadi turut melaporkan adanya kerusakan bangunan akibat angin kencang yang terjadi pada Kamis, 20 November 2025. Satu unit rumah di Gampong Keude Tuha, Kecamatan Simpang Ulim, mengalami kerusakan berat akibat terpaan angin tersebut.
“Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir memperparah situasi. Selain banjir, ada rumah warga yang rusak berat dihantam angin kuat,” jelasnya.
BPBD Aceh Timur saat ini masih melakukan pemantauan intensif dan mengoordinasikan bantuan darurat bagi warga terdampak, sambil menyiapkan langkah antisipatif jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
