Harimau Sumatra Masuk Pemukiman di Aceh Timur, Warga Resah dan BKSDA Turun Tangan Lakukan Penanganan Intensif

0

Harimau Sumatra Masuk Pemukiman di Aceh Timur, Warga Resah dan BKSDA Turun Tangan Lakukan Penanganan Intensif

THE ATJEHNESE – Warga Dusun Sejudo, Gampong Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, dibuat cemas setelah seekor harimau sumatra dewasa dilaporkan berkeliaran di sekitar pemukiman mereka selama lebih dari sepekan. Kemunculan predator langka ini telah menciptakan suasana mencekam, terutama pada malam hari ketika aktivitas harimau semakin sulit diprediksi.

Menurut keterangan warga, harimau tersebut beberapa kali terlihat melintas di dekat kebun dan tepi permukiman. Banyak warga mengaku takut keluar rumah, bahkan sebagian orang tua memilih melarang anak-anak bermain di luar karena khawatir hewan buas itu muncul secara tiba-tiba.

Pada malam hari, beberapa warga terpaksa berjaga secara bergilir menggunakan alat seadanya di tengah kondisi kampung yang gelap gulita. Mereka mengantisipasi kemungkinan serangan mendadak, sembari berharap pihak berwenang segera turun menangani situasi yang mengancam keselamatan tersebut.

  • Tim BKSDA Aceh Turun ke Lokasi, Perangkap Dikirmkan dari Banda Aceh

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh segera mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan langsung. Kepala Seksi BKSDA Wilayah I Lhokseumawe, Teuku Irmansyah, S.Hut, mengungkapkan bahwa tim telah berada di lapangan sejak Minggu (23/11/2025) untuk memantau pergerakan harimau.

“Hari ini tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan. Kami juga mengirimkan box trap dari Banda Aceh sebagai upaya menangkap harimau yang berkeliaran di dekat pemukiman,” jelas Irmansyah.

Perangkap khusus tersebut diharapkan dapat menangkap harimau tanpa melukai hewan yang statusnya dilindungi dan sangat terancam punah. Setelah tertangkap, harimau akan dipindahkan ke habitat yang lebih aman dan jauh dari pemukiman warga.

  • Warga Diminta Tidak Panik namun Tetap Waspada

Dalam keterangannya, BKSDA meminta masyarakat tetap tenang dan menghindari tindakan yang dapat memicu agresi harimau. Warga diminta segera melapor jika melihat jejak, suara, atau tanda-tanda keberadaan satwa liar tersebut.

Langkah-langkah penanganan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar terkendali dan warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa rasa was-was.

BKSDA menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama, namun menjaga keselamatan satwa dilindungi seperti harimau sumatra juga menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh proses penanganan dilakukan secara terukur, hati-hati, dan mengutamakan keamanan kedua belah pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *