Bibit Siklon 95B Picu Hujan Lebat Berhari-hari di Aceh, BMKG Minta Warga Waspada

Tangkapan Layar Program Info Cuaca RRI Prosatu Lhokseumawe edisi Minggu (23/11/2025).(dok/RRI).
THE ATJEHNESE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh Aceh Utara mengonfirmasi bahwa hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Aceh selama beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh kehadiran Bibit Siklon Tropis 95B yang terpantau aktif di sekitar Selat Malaka, tepatnya di posisi 5.8°LU – 97.2°BT. Fenomena ini memicu angin kencang, tingginya kelembapan udara, serta meningkatnya curah hujan yang berpotensi menyebabkan banjir dan gelombang tinggi di laut.
Prakirawan Cuaca BMKG Malikussaleh, Karendra Muiz, dalam siaran Program Info Cuaca RRI Pro 1 Lhokseumawe, Minggu (23/11/2025), menjelaskan bahwa bibit siklon tersebut menjadi pemicu utama cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah Aceh, baik daerah pesisir maupun dataran tinggi.
- Hujan Melanda Banyak Wilayah Aceh Secara Merata
Sejumlah wilayah yang terdampak meliputi Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, serta daerah pegunungan seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah. Selama beberapa hari terakhir, wilayah tersebut menerima curah hujan dengan intensitas bervariasi mulai dari ringan hingga sangat lebat.
BMKG memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung setidaknya dua hari ke depan sebelum cuaca mulai berangsur normal.
- Cuaca Diprediksi Membaik dalam 3–4 Hari Mendatang
Karendra menjelaskan bahwa bibit siklon 95B diperkirakan bergerak perlahan menuju wilayah Malaysia. Jika pergerakan ini konsisten, intensitas hujan di Aceh akan berangsur menurun pada hari ketiga atau keempat.
“Saat bibit siklon mulai menjauh, tekanan udara akan stabil kembali, sehingga hujan tidak terus menerus terjadi seperti beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Suhu Sejuk, Angin dan Gelombang Laut Perlu Diwaspadai
Hujan yang tak henti sejak pagi hingga malam membuat suhu udara relatif rendah, berada di kisaran 24 derajat celcius. Meski terasa sejuk, kondisi atmosfer tetap labil akibat kelembapan udara yang mencapai 100 persen.
Kecepatan angin di daratan masih dalam kategori normal, yaitu 5–15 km/jam. Namun di wilayah perairan Aceh Timur dan Langsa, angin malam ini terpantau lebih kuat dan bisa mencapai 10–30 km/jam.
BMKG juga mencatat bahwa gelombang di perairan utara Selat Malaka mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter, kategori yang tidak aman bagi kapal nelayan terutama yang berukuran kecil dan menengah. Sementara itu, gelombang di pesisir relatif lebih tenang di kisaran 0.1–0.7 meter.
- BMKG Mengimbau Warga di Daerah Rawan Tetap Siaga
Karendra menegaskan bahwa kondisi cuaca buruk dapat menimbulkan dampak lanjutan seperti banjir rob di kawasan pesisir, abrasi, hingga potensi longsor di wilayah berbukit. Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dan selalu memperbarui informasi cuaca.
“Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di daerah rawan longsor, menghindari aliran sungai yang sedang meluap, serta berhati-hati jika berencana melaut,” katanya.
BMKG juga mengingatkan warga untuk mengikuti perkembangan informasi dari kanal resmi pemerintah guna menghindari hoaks atau informasi cuaca yang tidak akurat.
