Program Rumah Layak Huni Kolaborasi Islamic Relief dan Baitul Mal Resmi Dimulai.

Program pembangunan Rumah Layak Huni hasil kolaborasi Islamic Relief dengan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Kamis (20/11/2025) resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung serentak di empat lokasi. (foto/dok:BMK Lhokseumawe).
THE ATJEHNESE – Upaya meningkatkan taraf hidup keluarga prasejahtera di Kota Lhokseumawe memasuki tahap baru melalui program pembangunan Rumah Layak Huni hasil kolaborasi antara Islamic Relief dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Program ini secara resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama yang digelar serentak di empat titik pada Kamis, 20 November 2025, menandai dimulainya pembangunan unit rumah bagi mustahik di dua kecamatan berbeda.
Kegiatan berlangsung dengan dukungan penuh berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan jajaran internal Baitul Mal. Dua tim lapangan diterjunkan untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib, sesuai jadwal, serta melibatkan unsur kelembagaan setempat agar pembangunan dapat dipantau dan dimaksimalkan dari tahap awal hingga selesai.
Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat. Penyediaan hunian layak, sehat, dan aman dipandang sebagai salah satu fondasi penting dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama antara Islamic Relief dan Baitul Mal menjadi strategi penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga miskin di kota tersebut.
Tim 1: Peletakan Batu Pertama di Blang Weu Baroh & Blang Weu Panjo
Tim pertama memulai rangkaian kegiatan pada pukul 09.00 WIB di rumah Fakhruddin, Gampong Blang Weu Baroh. Prosesi dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Cut Fitri Yani, AMTE, SKM, M.K.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas hunian berpengaruh langsung pada derajat kesehatan keluarga. Oleh karena itu, kolaborasi lintas lembaga seperti ini sangat penting untuk terus diperkuat.
Setelah prosesi di lokasi pertama selesai, Tim 1 bergeser ke Gampong Blang Weu Panjo pada pukul 10.00 WIB untuk melakukan peletakan batu pertama di rumah Asnawi. Prosesi dipimpin oleh Tgk. H. Abubakar Ismail, Anggota Dewan Pengawas Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Ia menekankan bahwa ketepatan sasaran adalah kunci agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan mereka yang paling membutuhkan.
Tim 2: Peletakan Batu Pertama di Blang Cut & Kuala, Kecamatan Blang Mangat
Tim kedua bergerak di wilayah berbeda, memulai kegiatan pada pukul 09.00 WIB di rumah Dedi, Gampong Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat. Prosesi dipimpin oleh Staf Ahli Wali Kota Lhokseumawe, Bukhari, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan apresiasinya terhadap peran lembaga filantropi internasional yang turut mendukung percepatan program sosial di tingkat daerah.
Peletakan batu pertama berikutnya dilakukan pada pukul 10.00 WIB di rumah Asnawi Taher di Gampong Kuala. Prosesi dipimpin oleh Anggota DPRK Lhokseumawe, Nuraida, yang menegaskan pentingnya percepatan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat prasejahtera, khususnya di wilayah Blang Mangat yang masih memiliki kebutuhan hunian layak dalam jumlah besar.
Kehadiran Kepala Sekretariat Baitul Mal, Kasubbag Umum, serta Anggota Badan Komisioner Baitul Mal turut memperkuat pelaksanaan kegiatan, menandakan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas besar dalam agenda pengentasan kemiskinan kota.
Harapan Masyarakat dan Pentingnya Pengelolaan Potensi Aceh
Peletakan batu pertama ini menjadi simbol awal dimulainya pembangunan empat unit rumah di Kecamatan Muara Dua dan Blang Mangat. Baitul Mal Kota Lhokseumawe menyampaikan terima kasih kepada Islamic Relief yang secara konsisten mendukung berbagai inisiatif sosial untuk masyarakat Aceh, khususnya dalam menyediakan hunian yang layak bagi keluarga mustahik.
Dengan adanya program ini, pemerintah daerah berharap pembangunan rumah dapat selesai tepat waktu dan memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Kehadiran hunian yang sehat, aman, dan layak dihuni menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Seharusnya seluruh warga Aceh bisa mendapatkan kesejahteraan dikarenakan hasil alam dan bumi yang luar biasa banyak dan berlimpah. Tentu saja pemerintah harus lebih serius dalam mengelola hasil alam tersebut dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh.
