6.500 Lansia Ikuti Sekolah Lansia di Aceh, Program SIDAYA Dorong Aktivitas dan Kesehatan Mental

Para lansia yang tergabung dalam sekolah lansia. Foto: (BKKBN Aceh)
THE ATJEHNESE – Program Sekolah Lansia yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus menunjukkan perkembangan pesat di Aceh. Hingga November 2025, tercatat sebanyak 6.500 warga lanjut usia telah mengikuti kegiatan ini yang tersebar di 298 titik di seluruh kabupaten dan kota. Angka tersebut meningkat tajam sejak program mulai dijalankan pada 2023.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, mengatakan bahwa Sekolah Lansia hadir untuk memberikan ruang yang aman dan produktif bagi para lansia, agar mereka tetap aktif berinteraksi dan tidak merasa terisolasi dari lingkungan sosial. “Para lansia terlihat begitu aktif, salah satunya saat mereka merangkai bahan hingga menjadi rengkang. Aktivitas seperti ini sekaligus mengasah keterampilan dan mempererat hubungan pertemanan,” ujar Safrina, Senin (17/11/2025).
Program Sekolah Lansia merupakan bagian dari Quick Win BKKBN bertajuk Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA), yang berfokus pada peningkatan kemandirian serta kesehatan mental. Safrina menyebut keberadaan sekolah lansia di tingkat gampong membantu mengurangi kesepian yang kerap dialami para orang tua ketika tinggal sendirian di rumah.
“Dengan pertemuan rutin yang terstruktur, para lansia dapat berkegiatan bersama, saling bercerita, dan berbagi pengalaman. Harapannya, mereka bisa lebih ceria dan tidak merasa sendirian,” katanya.
Data BKKBN Aceh menunjukkan bahwa Kabupaten Aceh Besar merupakan daerah dengan jumlah titik Sekolah Lansia terbanyak, yakni 58 lokasi. Disusul Kabupaten Pidie dengan 56 titik dan Nagan Raya dengan 21 titik. Aceh Besar disebut sebagai wilayah dengan cakupan paling merata karena hampir semua gampong telah membentuk kelompok belajar lansia.
Tingginya minat dan partisipasi ini mendorong BKKBN Aceh mempersiapkan acara wisuda akbar pada 24 Desember 2025. Kegiatan yang rencananya digelar di ACC Dayan Dawood itu akan diikuti lebih dari seribu calon wisudawan dari Aceh Besar, yang telah menyelesaikan 12 sesi pembelajaran dalam program Sekolah Lansia.
Safrina menambahkan, wisuda akbar tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa lansia memiliki hak untuk terus belajar, berdaya, dan berkontribusi dalam komunitas.
“Lansia adalah bagian penting dari masyarakat. Program ini hadir agar mereka tetap dihargai, diberdayakan, dan mendapatkan ruang untuk berkembang,” tutupnya.
