12 Hari Pascabanjir Bandang, 23 Warga Aceh Tengah Masih Hilang, BPBD Intensifkan Pencarian di Lokasi Rawan

Kondisi di Takengon pasca dilanda banjir.
THE ATJEHNESE – Dua belas hari telah berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh Tengah pada Rabu (26/12/2025), namun luka bencana itu masih jauh dari kata pulih. Di tengah upaya evakuasi dan pemulihan yang terus berlangsung, 23 warga masih dinyatakan hilang, sementara 23 lainnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Informasi terbaru ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah melalui rilis resmi pada Sabtu (6/12/2025). BPBD menegaskan bahwa proses pencarian tidak pernah dihentikan dan tim masih bekerja di berbagai titik yang diperkirakan menjadi lokasi terperangkapnya korban.
Pencarian Dilakukan di Zona yang Sulit Dijangkau
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, menjelaskan bahwa tim gabungan—terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat—masih menyisir kawasan yang tertimbun lumpur tebal, reruntuhan bangunan, serta tumpukan material kayu.
“Pencarian terus kita lakukan di sejumlah titik terdampak banjir dan longsor,” jelas Andalika.
Sejumlah lokasi memiliki medan yang sangat berat. Lapisan lumpur yang mencapai setengah meter hingga dua meter, ditambah kayu besar yang menutupi area permukiman, membuat proses pencarian berlangsung lambat dan penuh risiko.
Posko Informasi Dibuka untuk Keluarga Korban
Untuk membantu keluarga yang kehilangan anggota keluarga, BPBD telah membuka posko utama yang menyediakan data korban, perkembangan pencarian, dan informasi pemakaman.
“Untuk informasi bagi keluarga juga sudah kita sediakan di posko,” tambah Andalika.
Posko ini menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat keluarga menunggu kabar tentang orang-orang yang mereka cintai. Suasana haru masih menyelimuti area posko, terutama ketika tim pencarian berhasil menemukan jenazah baru.
Kondisi Masih Rentan, Upaya Pemulihan Terus Diupayakan
Meski sebagian akses jalan mulai terbuka, masih banyak wilayah yang sulit dijangkau. Material longsor, jembatan terputus, dan aliran sungai yang belum stabil menjadi tantangan utama.
Petugas terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan atau banjir apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
